Menlu Rusia dan AS Diskusikan Masalah Iran dan Timur Tengah di Lausanne

Lavrov dan Kerry melakukan pertemuan empat mata di sela negosiasi penyelesaian masalah program nuklir Iran di Lausanne, Swiss.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri AS mendiskusikan program nuklir Iran yang kontroversial dan situasi terkini di Timur Tengah, demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia, Senin (30/3).

"Mereka membicarakan perkembangan negosiasi antara Kelompok P5+1 dengan Iran serta bertukar pikiran terkait langkah yang perlu diambil untuk mewujudkan kesepakatan yang telah dicapai terkait program nuklir Iran," tulis kementerian dalam situs Facebook resmi mereka. Kedua diplomat papan atas tersebut juga membicarakan isu kunci regional dan internasional, dan memberi perhatian khusus terhadap situasi di Timur Tengah.

Di awal tahun 2015, anggota negosiasi program nuklir Iran yang terdiri dari P5+1 (anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang terdiri dari AS, Rusia, Tiongkok, Inggris, Prancis, ditambah Jerman) dan Teheran sepakat untuk memperpanjang tengat waktu negosiasi program nuklir Iran hingga 30 Juni mendatang.

Negosiasi sebelumnya di Lausanne digelar selama enam hari, 15-20 Maret, dengan konsultasi harian antara Kerry dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif. Perwakilan Washington dan Teheran itu sama-sama merasa negosiasi di Lausanne terbilang sukses. Kepala Atomic Energy Organization of Iran (AEOI) Ali Akbar Salehi menyatakan semua pihak telah menyepakati 90 persen isu teknis.

Namun, masalah pencabutan sanksi Iran merupakan salah satu poin negosiasi yang menghadapi jalan buntu. Teheran meminta semua sanksi dicabut, sementara Washington ingin mendapat jaminan terlebih dulu jika program nuklir Iran memang bertujuan damai dan hal tersebut harus dikonfirmasi oleh pakar International Atomic Energy Agency (IAEA). Iran mengaku akan menggunakan energi nuklir tersebut untuk menghasilkan listrik, namun Barat yang dipimpin oleh AS menuduh tujuan Iran sesungguhnya adalah menciptakan senjata nuklir.

Ingin tahu lebih banyak tentang hubungan Rusia dan AS? Baca lebih lanjut. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.