Roscosmos dan NASA Sepakat Perpanjang Operasi Stasiun Luar Angkasa Internasional Hingga 2024

Menurut pemimpin badan antariksa Rusia, Roscosmos dan NASA akan mengembangkan sistem untuk mewujudkan berbagai misi luar angkasa berawak, termasuk misi ke Mars.

Kepala lembaga antariksa Rusia dan AS telah sepakat untuk memperpanjang masa operasional Stasiun Luar Angkasa Internasional hingga 2024. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Antariksa Federasi Rusia Roscosmos Igor Komarov, Sabtu (28/3), demikian diberitakan Interfax.

“Kami sudah sepakat memperpanjang masa kerja Stasiun Luar Angkasa Internasional hingga 2024. Roscosmos dan NASA akan melakukan berbagai program luar angkasa bersama-sama,” kata Komarov dalam konferensi pers yang juga dihadiri oleh pemimpin NASA Charles Bolden di pusat luar angkasa (Kosmodrom) Baikonur.

Menurut Komarov, Roscosmos dan NASA akan mengembangkan sistem untuk mewujudkan berbagai misi luar angkasa berawak, termasuk misi ke Mars. “Penting bagi kami untuk terus bekerja sama dengan kompak,” tambah Komarov.

Sebelumnya, Interfax mengabarkan sebuah pesawat luar angkasa Soyuz yang mengangkut dua orang kosmonot Rusia Gennady Padalka dan Mikhail Korniyenko, serta seorang astronot NASA Scott Kelly, telah sampai di Stasiun Luar Angkasa Internasional pada Sabtu (28/3), setelah perjalanan selama enam jam dari Bumi. Mereka merupakan anggota dari Tim Ekspedisi 43 yang akan tinggal di Stasiun Luar Angkasa Internasional selama satu tahun untuk mengumpulkan data baru terkait perubahan yang terjadi pada manusia akibat kondisi tak berbobot. Hasil penelitian tersebut akan digunakan sebagai dasar pembuatan metode pelatihan bagi para astronot yang melakukan misi ke Mars.

Tertarik mengetahui perkembangan teknologi luar angkasa terbaru Rusia? Baca lebih lanjut. >>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.