Sepanjang 2014, Peretas ISIS Telah Serang 600 Situs Rusia

Peretas ISIS telah menyerang 600 situs Rusia sepanjang tahun 2014, termasuk bank, badan pemerintah, dan sekolah.

Peretas ISIS telah menyerang 600 situs Rusia sepanjang tahun 2014, termasuk bank, badan pemerintah, dan sekolah, demikian diberitakan oleh Sputnik berdasarkan analisis yang dilakukan oleh perusahaan keamanan siber Group-IB yang berbasis di Moskow.

Kehadiran divisi siber ISIS, Cyber Caliphate, pertama kali disadari oleh Group-IB pada musim gugur lalu, saat divisi tersebut dilaporkan tengah merekrut peretas untuk menyerang situs lembaga-lembaga Barat. Pada awal 2015, kelompok tersebut berhasil membajak Twitter dan akun Youtube Pusat Komando Amerika Serikat.

Dalam laporannya, Group-IB mengidentifikasi tiga kelompok peretas ISIS terbaru, yakni “Team System Dz”, “FallaGa Team”, dan “Global Islamic Caliphate”. Group-IB memperkirakan jumlah keseluruhan peretas mencapai lebih dari 40 orang, dan mereka ikut terlibat dalam serangan siber terhadap internet Rusia sejak musim gugur lalu.

“Rusia tak boleh meremehkan kemampuan divisi siber ISIS, karena serangan mereka di luar logika dan bertujuan menggaungkan peran mereka secara maksimal ke seluruh dunia,” tutur pemimpin Group-IB Ilya Sachkov pada Sputnik.

Para peretas ISIS juga tengah mengincar pabrik, perusahaan konstruksi, serta pusat penelitian Rusia.

“Melihat pertumbuhan jumlah anggota divisi siber ISIS, pelatihan dan fanatisme yang ditanamkan pada mereka, ada risiko terjadi peralihan dari serangan ringan yang mudah diidentifikasi sebagai serangan dari peretas ISIS dengan serangan yang lebih rumit, yang mungkin dapat menyerang infrastruktur penting dan sistem industri kita,” kata Sachkov.

Berdasarkan materi yang dipublikasikan di Sputnik.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki