Kadin Ajak Pebisnis Indonesia Manfaatkan Peluang Emas Kerja Sama dengan Rusia

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Komite Rusia, Ukraina, dan CIS Priyatno Sulisto mengajak pemerintah dan pebisnis Indonesia untuk meningkatkan kerja sama dengan Rusia. Hal tersebut disampaikan Sulisto dalam sebuah program talkshow di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia pada Selasa malam (24/3). 

Menurut Sulito, di tengah tekanan sanksi ekonomi oleh Barat, Rusia kini tengah mengkaji ulang hubungannya dengan Barat dan mulai mengalihkan fokusnya ke Timur. Momen ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memperkuat hubungan sekaligus mendongkrak perdagangan dengan Rusia.

"Rusia saat ini membutuhkan komoditas-komoditas yang selama ini terkena sanksi oleh negara-negara Barat, seperti produk hasil pertanian," kata Sulisto. "Rusia membutuhkan lebih banyak impor dari Indonesia, seperti karet, kelapa sawit dan produk-produk turunannya, ikan, buah-buahan, teh, kopi, dan produk pertanian lainnya. Ekspor produk-produk ini ke Rusia seharusnya bisa ditingkatkan lebih bayak."

Dalam kesempatan tersebut, Sulisto juga menekankan hubungan Indonesia-Rusia telah terjalin selama 65 tahun. Menurut Sulisto, Uni Soviet secara konsisten membantu Indonesia pada saat ekonomi dalam negeri sedang mengalami kesulitan. "Jangan lupa, saat itu ekonomi Indonesia juga sedang sulit. Sekarang, Rusia sedang terkena embargo atau sanksi ekonomi oleh Eropa dan membutuhkan teman. Saya kira, ada baiknya bagi kita untuk membantu dan juga sekaligus memanfaatkan peluang emas yang ada saat ini," papar Sulisto.

Namun demikian, Sulisto mengaku bahwa mayoritas pebisnis di Indonesia masih menganggap Rusia sebagai negara yang sulit untuk bekerja sama. Menanggapi hal ini, Sulisto menekankan bahwa hal tersebut hanya persepsi umum karena kurangnya informasi mengenai Rusia. "Rekan-rekan kami di dunia usaha memang masih menganggap Rusia sebagai negara yang sulit bermitra, padahal tidak begitu," kata Sulisto.

Dubes Rusia: Sanksi untuk Rusia, Bumerang bagi Barat

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin percaya bahwa sanksi ekonomi yang dijatuhkan Barat pada Rusia tak akan membawa pengaruh buruk bagi hubungan bilateral Rusia dan Indonesia.

Baca selengkapnya >>>

Cabut Larangan Impor, Produk Hasil Laut Indonesia Bisa Kembali Masuk Pasar Rusia

Pemerintah Rusia telah mencabut larangan impor produk hasil laut dari Indonesia terhitung Rabu (17/9) lalu. Hal tersebut disampaikan oleh Duta Besar Fedarasi Rusia untuk Republik Indonesia Mikhail Y. Galuzin.

Baca selengkapnya >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.