Wakil Perdana Menteri Rusia: Apa yang Disebut Pertahanan oleh NATO Sesungguhnya Adalah Serangan

Rogozin menekankan bahwa isu keamanan siber membutuhkan perhatian serius.

Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin menyampaikan, ia telah menyaksikan evolusi konsep pertahanan siber ketika menjadi Duta Besar Rusia untuk NATO. Kala itu perwakilan NATO membicarakan keamanan siber dan sejak 2010 istilah tersebut bertransformasi menjadi pertahanan siber.

"Kami perlu memahami bahasa NATO: ketika mereka menyebut pertahanan, yang mereka maksud sebenarnya adalah serangan, dan apa yang mereka sebut serangan sesungguhnya adalah pertahanan," kata Rogozin pada Selasa (10/3).

Ia menyebutkan bahwa yang dimaksud pertahanan siber oleh ahli NATO adalah menggunakan jaringan informasi untuk melumpuhkan kekuatan komando dan sistem pertahanan sebuah negara, dan setelah itu mereka langsung melakukan serangan militer langsung.

Rogozin menekankan bahwa isu keamanan siber membutuhkan perhatian serius.

Dalam konferensi ilmiah dan praktis federal mengenai fasilitas infrastruktur Rusia yang kritis, ia menyebutkan bahwa ancaman tak hanya datang dari negara yang memiliki kekuatan lebih superior atau setara, tapi juga dari organisasi teroris.

"Mengenai ancaman bagi Rusia saat ini, ada tiga sumber. Pertama, dari negara yang secara teknis lebih kuat dan sekutu negara tersebut. Kedua dari musuh yang memiliki kekuatan setara, dan ketiga dari musuh yang memiliki kekuatan militer lebih lemah," kata Rogozin.

Contoh ancaman ketiga, lanjut Rogozin, adalah konflik antara Rusia dan Georgia pada 2008, ketika Rusia yang memiliki kekuatan militer lebih unggul masih kesulitan menghadapi Georgia.

Selain itu, tambah Rogozin, entitas non-negara juga dapat menjadi ancaman serius. "Itu bisa saja berupa organisasi teroris. Apalagi saat ini kami melihat banyak kaum intelektual yang begabung dengan organisasi teroris, dan mereka menggunakan pengetahuan mereka untuk melawan kami," kata Rogozin.

Melihat ancaman-ancaman tersebut, sang wakil perdana menteri menyatakan bahwa program persenjataan terbaru Rusia bertujuan menciptakan senjata baru dengan peralatan dan peranti lunak.

Pusat Kontrol Pertahanan Nasional Rusia hampir seratus persen terlindungi dari serangan siber.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.