Perwakilan Tetap Rusia untuk NATO: NATO Punya Sejarah Panjang Lakukan Operasi Hibrida

Duta Besar Rusia untuk NATO menyangkal tuduhan sekutu yang menyebutkan bahwa Rusia menciptakan operasi militer jenis baru dan menerapkannya di Ukraina.

NATO memiliki sejarah panjang melakukan operasi hibrida, demikian disampaikan oleh perwakilan tetap Rusia untuk NATO Alexander Grushko, Kamis (5/3), dalam konferensi antarparlemen mengenai penerapan kebijakan luar negeri dan keamanan Uni Eropa di Riga, Latvia.

satu tokoh ternama yang turut bepartisipasi dalam konferensi tersebut ialah Alexander Vershbow, mantan Duta Besar AS untuk Moskow yang kini menjadi Wakil Sekretaris Jendral NATO.

Grushko mengaitkan pernyataannya dengan tuduhan yang sering dilemparkan pada Rusia, bahwa Rusia melakukan 'perang hibrida', yakni sebuah perang menggunakan elemen nonmiliter dengan metode yang inovatif.

"Semua negara dapat mempelajari hal itu dari pengalaman sekutu," kata Grushko. "Kami menjadi saksi atas teror militer, intervensi, pasokan sistem senjata dan pertahanan, kemunafikan diplomatis, manipulasi media massa, serta misinformasi yang disebarkan dalam kasus Yugoslavia dan Libya pada 2011," paparnya.

Grushko menyatakan pejabat NATO selalu menyinggung hal-hal tersebut saat menuduh Rusia menerapkan operasi militer jenis baru di Ukraina.

Baca selanjutnya: Rusia Berusaha Wujudkan Perdamaian, AS Rusak Sistem Keamanan Eropa

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.