Tinjau Ulang Kontrak Pembelian Alutsista dengan Brasil, Ketua DPR RI: Alihkan ke Rusia

Ketua DPR RI: Rusia adalah salah satu negara yang bisa menjadi mitra pemenuhan alutsista TNI.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Setya Novanto, berpendapat, Rusia adalah salah satu negara yang bisa menjadi mitra pemenuhan alutsista Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hal tersebut disampaikan Setya di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (24/2), sebagaimana yang dikutip portal berita online Viva. Menurut Setya, kerja sama antara Rusia dan Indonesia, baik di tingkat pemerintah maupun parlemen, semakin membaik.

“Pimpinan DPR sudah betemu dengan Rusia. Kami bicara banyak hal terkait alusista dan investasi. Indonesia beli alutsista, seperti pesawat jet tempur Sukhoi, dari Rusia. Sementara Rusia juga akan berinvestasi sebesar 136 juta dolar AS di Indonesia,” kata Setya.

Dalam kesempatan wawancara bersama pers, Setya menekankan, TNI harus mempersiapkan pengalihan pembelian alusista pada negara lain, terutama terkait pengkajian kembali kontrak pembelian alutsista yang telah disepakati dengan Brasil. Hal tersebut berkaitan dengan sikap Presiden Brasil Dilma Rousseff yang menyatakan insiden penolakan mandat Duta Besar Indonesia tak akan berdampak negatif pada hubungan kedua negara.

Pertemuan antara DPR RI dan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin pada Rabu (24/2) membahas upaya meningkatkan kerja sama kedua negara di berbagai bidang termasuk hubungan antar parlemen.

"Hubungan dengan Rusia menjadi prioritas utama bagi Indonesia, baik di bidang ekonomi, pertahanan, maupun dalam hubungan parlemen antara kedua negara," kata Setya menegaskan, sebagaimana yang dikutip dari situs DPR RI. “Kami juga mengundang parlemen Rusia untuk datang berkunjung ke Indonesia,” ujarnya.

Setya mengatakan, undangan kepada Ketua Parlemen Rusia akan disampaikan melalui kedutaan Rusia di Indonesia. Ia juga memaparkan, salah satu peluang investasi bagi pengusaha dari negara yang sering disebut beruang merah ini adalah pengadaan energi listrik.

Sementara, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang juga hadir dalam pertemuan tersebut mengingatkan, hubungan Indonesia-Rusia telah dibina sejak lama oleh para pendiri bangsa. “Ikatan yang pernah dibuat oleh para pendiri bangsa itu perlu kita jaga dan menjadi titik tolak untuk langkah selanjutnya,” tuturnya.

Baca lebih lanjut mengenai perkembangan hubungan Rusia dan Indonesia. >>>

Artikel Terkait

Tawarkan Kerja Sama Industri Pertahanan dengan Sistem Ofset, Rusia Beri Indonesia “Lampu Hijau”

Konsisten Terapkan Politik Luar Negeri Bebas Aktif, Rusia Apresiasi Indonesia

Tingkatkan Kerja Sama Militer, Rusia Siap Mengadakan Berbagai Alutsista Mutakhir ke Indonesia

Rayakan 65 Tahun Hubungan Diplomatik Rusia-Indonesia, Putin dan Jokowi Saling Ucapkan Selamat

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.