Kremlin: Pesawat Tempur Rusia Tak Melanggar Peraturan Internasional

Dalam wawancara bersama CNN, juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov menyebutkan bahwa pesawat NATO juga sering menggunakan koridor penerbangan internasional.

Menurut Peskov, pesawat militer Rusia melakukan penerbangan di atas perairan yang netral dan sesuai dengan kesepakatan internasional. Hal itu disampaikan dalam wawancara melalui telepon yang disiarkan oleh CNN, Rabu (25/2).

"Setiap kali mereka menyinggung tentang pesawat jet Rusia atau pesawat militer yang memasuki koridor internasional, mereka selalu lupa jika pesawat NATO juga melakukan hal yang sama. Pesawat Inggris dan Amerika pun melakukan hal itu di koridor yang sama," kata Peskov.

"Jadi dalam praktik internasional, hal ini sudah disepakati. Ini sudah diterima secara umum. Tolong ingat itu," tegasnya.

Pada akhir Januari, Inggris menuntut penjelasan dari Duta Besar Rusia untuk Inggris mengenai kehadiran pesawat militer Rusia di jalur penerbangan dekat wilayah Inggris. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan, "Semua penerbangan yang dilakukan Angkatan Udara Rusia mematuhi peraturan internasional dalam menggunakan ruang udara di atas perairan internasional, tanpa melanggar batas wilayah negara lain."

Nasib Kerja Sama dengan Barat

Kerja sama antara Rusia dan Barat mungkin akan kembali berlanjut setelah Barat bersedia menerima posisi Moskow terkait Ukraina, kata Peskov pada CNN. Menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan akan mencairnya hubungan Rusia dan Barat, Peskov mengatakan, "Kami telah menyaksikan bentrokan kepentingan yang luar biasa, runtuhnya kepentingan di jantung Eropa, di Ukraina."

"Rusia mengambil posisi yang cukup bisa dimengerti dengan sangat jelas dan tegas terkait kudeta tidak sah yang terjadi di Kiev tahun lalu. Setelah mereka bisa menerima posisi kami, saya rasa kami siap untuk kembali berinteraksi dan melakukan kerja sama di sektor-sektor strategis, apalagi kita perlu bersatu untuk menghadapi tantangan-tantangan global yang mengancam saat ini," katanya.

Sang juru bicara menyebutkan, perbedaan pandangan terkait Ukraina telah memicu kemunduran kerja sama di sektor-sektor kunci antara Rusia dan Barat. "Kini, kami tak lagi punya kerja sama dengan Barat di bidang-bidang penting, seperti misalnya dalam memerangi terorisme. Padahal, sebuah negara tentu tak bisa memerangi terorisme sendirian," kata Peskov. "Sementara, Rusia juga tak bisa bergerak mundur untuk menoleransi kepentingan nasionalnya."

"Satu-satunya hal yang kami inginkan adalah kepentingan nasional kami, hak kedaulatan kami, dihormati oleh negara lain. Setelah itu dipenuhi, akan muncul era Renaissance baru dalam hubungan internasional kita," kata Peskov menyimpulkan.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.