Konflik Bersenjata di Donbass Tewaskan 60 Tentara Ukraina

Donetsk juga kehilangan tiga kendaraan infanteri dalam konflik bersenjata tersebut, dua militan terbunuh, dan 21 lainnya luka-luka.

Ukraina kehilangan 60 tentara dalam konflik bersenjata yang terjadi di Donbass, Senin (16/2). Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Pertahanan Republik Rakyat Donetsk Eduard Basurin, Senin lalu. Konflik tersebut juga menewaskan dua orang militan Donetsk dan 21 orang lainnya luka-luka.

Basurin menyampaikan, situasi tersulit terjadi di sekitar wilayah Debaltseve. “Pada siang hari, tentara Ukraina terus membombardir pasukan Donetsk di Logvinovo dan di dekat Lugansky serta Debaltseve. Kami terpaksa melakukan serangan balasan yang diarahkan pada senjata artileri Ukraina. Namun, tentara Ukraina tak berhenti meletuskan senjata dan mortar di sekeliling Debaltseve,” kata Basurin.

Ia menyatakan, dalam peristiwa tersebut Ukraina kehilangan dua tank, tujuh kendaraan infanteri, lima sistem artileri, enam mobil, dan 60 tentara militernya.

Sementara, Dontesk kehilangan tiga kendaraan infanteri, dua militan tewas, dan 21 orang lainnya luka-luka.

Kesepakatan Damai Terbaru

 

Dalam pertempuan di Minsk pada 11-12 Februari lalu, pemimpin Rusia, Jerman, Prancis dan Ukraina telah menegosiasikan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengakhiri konflik Ukraina. Langkah-langkah tersebut diadopsi dari hasil kesepakatan Minsk pada September 2014. Poin pertama dokumen tersebut ialah melakukan gencatan senjata secara komprehensif pada Minggu (15/2) pukul 00.00 waktu Kiev.

Langkah tersebut mengharuskan semua senjata berat dari kedua belah pihak ditarik dari lokasi dan menciptakan zona aman setidaknya 50 kilometer dari sistem artileri berkaliber seratus mm atau lebih, zona aman 70 kilometer untuk peluncur roket, dan zona 140 kilometer untuk peluncur roket Tornado-S, Uragan, Smerch, dan sistem roket taktis Tochka-U.

Dokumen tersebut menyatakan bahwa tentara Ukraina harus ditarik dari wilayah sengketa, begitu pula milisi dari wilayah Donetsk dan Lugansk. Garis batas wilayah tersebut telah ditentukan dalam Memorandum Minsk pada 19 September 2014 lalu.

Gencatan senjata diberlakukan mulai Minggu (15/2).

Gencatan Senjata Berhasil Dicapai di Minsk, Pakar: Perdamaian Kini Bergantung pada Kiev

Perundingan berjam-jam antara Putin, Merkel, Hollande, dan Poroshenko di Minsk terkait penyelesaian krisis Ukraina itu telah berakhir. Bersamaan dengan perundingan keempat pemimpin negara tersebut di ibukota Belarusia, pertemuan antara kelompok kontak perwakilan Rusia, Ukraina, Organization for Security and Cooperation in Europe (OSCE), dan militan Ukraina juga dilangsungkan. >>>

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.