Satelit Pemantau Peluncur Rudal Balistik Terakhir Milik Rusia Berhenti Operasi

Satelit pertama Tundra milik sistem luar angkasa terpadu Rusia akan diluncurkan paling cepat pada Juni mendatang.

Dua satelit terakhir dari program Oko yang bertugas mengidentifikasi peluncur misil balistik milik Rusia telah berhenti beroperasi pada Januari lalu. Hal tersebut dilaporkan oleh harian Kommersant, Rabu (11/2).

Peluncuran satelit pertama Tundra milik sistem luar angkasa terpadu Rusia untuk menggantikan fungsi satelit tersebut akan dilakukan paling cepat Juni mendatang. Hingga saat itu, tak ada satelit Rusia yang aktif beroperasi dalam sistem peringatan misil Rusia.

“Oko-1 merupakan bagian dari sistem peringatan misil Rusia. Sistem tersebut terdiri dari enam satelit yang berada di orbit geostasioner dan eliptikal. Satelit geostasioner terakhir berhenti beroperasi pada April tahun lalu. Sementara, dua satelit yang tersisa pada orbit eliptikal hanya dapat beroperasi selama beberapa jam per hari. Pada awal Januari, keduanya pun telah berhenti beroperasi,” tulis Kommersant.

Generasi terbaru satelit Tundra rencananya akan diluncurkan pada 2013. Namun, peluncuran tersebut beberapa kali mengalami penundaan karena belum siap untuk diopeasikan, terang narasumber dari industri luar angkasa pada Kommersant.

Pada Oktober 2014, Wakil Menteri Pertahanan Rusia Yury Borisov menjelaskan meski sistem peringatan misil Rusia kini tengah mengalami kemunduran, hampir tak ada wilayah Rusia yang tak terlindungi oleh radar. “Saat ini kita memiliki sistem informasi dari luar angkasa yang sangat baik, kita tetap terlindungi dari berbagai potensi bahaya dari segala arah,” kata Borisov.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.