Diplomat Rusia: Semua Pihak yang Terlibat dalam Program Penyiksaan CIA Harus Diadili

Mantan Kepala Staf Kementerian Luar Negeri AS Colin Powell mengakui bahwa Inggris terlibat dalam program penyiksaan yang dilakukan di penjara rahasia CIA yang berada di luar Amerika Serikat.

Ombudsman hak asasi manusia dari Kementerian Luar Negeri Rusia Konstantin Dolgov menyebutkan bahwa upaya untuk menutup-nutupi pelanggaran hak asasi manusia dengan dalih ‘memerangi terorisme’ tak membuat keterlibatan London dan Washington tersamarkan.

“Beberapa hari lalu, Lawrence Wilkerson, mantan Kepala Staf Kementerian Luar Negeri AS Colin Powell, telah mengakui bahwa Inggris terlibat dalam program penyiksaan yang dilakukan terhadap tahanan di penjara rahasia CIA, yang berada di luar Amerika Serikat,” kata Dolgov mengomentari isu kejahatan yang dilakukan agen CIA di markas CIA yang berbasis di Pulau Diego Garcia, Inggris.

Wilkerson menyebutkan bahwa informasi tersebut telah dikonfirmasi, termasuk oleh veteran CIA yang terlibat dalam ‘program penyiksaan global AS’ tersebut.

“Menurut para aktivis hak asasi manusia, pernyataan Wilkerson kembali mengonfirmasi fakta bahwa pemerintah Inggris berusaha menutup-nutupi kebenaran terkait peran mereka dalam program penyiksaan CIA dan mencoba untuk lari dari tanggung jawab,” tambahnya.

Sebelumnya, Amnesti Internasional menyatakan bahwa pemerintah Inggris tengah menyelidiki kasus ini dan menginstruksikan komite parlemen bagian intelejen dan keamanan untuk melakukan investigasi. Namun, mereka juga diberikan kebebasan penuh untuk merahasiakan hasil penyelidikan tersebut.

Wilkerson menyebutkan bahwa data terkait keterlibatan Inggris dalam pelanggaran hak asasi manusia oleh agen CIA telah dihapus dalam laporan terbaru Senat AS, setelah pemerintah Inggris, termasuk Menteri Dalam Negeri Theresa May, melakukan 24 kali konsultasi dengan para senator.

“Kami percaya bahwa upaya untuk menutupi pelanggaran HAM berat dengan dalih memerangi terorisme jelas tak menyurutkan sorotan terkait keterlibatan London dan Washington, yang ironisnya selama ini selalu berkhotbah ke seluruh dunia mengenai bagaimana cara menghargai hak asasi manusia menurut pandangan mereka,” kata Dolgov.

“Menurut kami, satu-satunya cara untuk menyelesaikan kasus ini adalah dengan menuntut pertanggungjawaban dari semua pihak yang terlibat. Tapi, jelas hal itu masih membutuhkan jalan yang panjang,” ujar Dolgov berpendapat.

Dolgov menyebutkan, CIA memberi promosi jabatan pada para pelaku program penyiksaan. Sementara di Inggris, pemerintahan Sir John Chilcot masih menolak untuk mempublikasikan laporan terkait keterlibatan pasukan Inggris dalam invasi AS ke Irak pada 2003.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.