Latihan Militer Besar-besaran Dimulai di Siberia dan Laut Baltik

Angkatan Udara Rusia akan berlatih menangkis serangan udara dan menembak jatuh pesawat tempur menggunakan sistem pertahanan udara S-300, S-300, dan sistem misil Buk, dalam lebih dari 50 latihan militer.

Armada Laut Baltik Rusia sudah mempraktikkan strategi menangkis serangan udara menggunakan sistem pertahanan udara S-300, demikian disampaikan oleh Distrik Militer Barat Rusia melalui pernyataan resminya.

“Pesawat target tersebut berhasil dihancurkan menggunakan misil antiudara S-300,” kata pernyataan tersebut. Tiap unit memiliki area latihan masing-masing, dan mereka berlatih mengoperasikan sistem pertahanan udara S-300 untuk menyerang target. Tugas tersebut dipersulit saat mereka harus menyerang pesawat tempur dalam ketinggian dan kecepatan yang beragam.

Sementara, Angkatan Udara Rusia juga telah memulai latihan militer serupa. Hal itu disampaikan oleh Kepala Distrik Militer Timur Kolonel Aleksander Gordeyev.

“Latihan lapangan besar-besaran telah dimulai di markas Angkatan Udara dan unit Distrik Militer Timur. Sekitar 50 latihan militer akan dilaksanakan di area khusus di Republik Buryatia dan di wilayah Primorsky,” kata Gordeyev.

Berdasarkan keterangan Gordeyev, latihan yang lebih besar akan dilaksanakan di markas latihan Talemba, Buryatia, dan di sana para tentara akan mempraktekan cara menaklukan pesawat tempur serta meluncurkan misil dari sistem pertahanan udara S-300, S-400, Buk, dan Osa, pada target simulasi.

Lebih dari dua ribu tentara dan 300 unit perlengkapan militer akan terlibat dalam latihan tersebut. Pesawat tempur dan penyerang milik Distrik Militer Timur juga akan ikut bepartisipasi.

Ingin tahu lebih banyak tentang sistem pertahanan buatan Rusia? Baca lebih lanjut. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.