Irak Terima Pasokan Helikopter Tempur Mi-28NE Gelombang Kedua dari Rusia

Irak telah menerima helikopter yang dirancang untuk menghancurkan sasaran yang berada di darat dan udara, baik siang maupun malam, dalam segala kondisi cuaca.

Irak telah menerima helikopter tempur Rusia Mi-28NE Night Hunter gelombang kedua, hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Irak melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Minggu (1/1).

Berdasarkan video yang dipublikasikan oleh Kementerian Pertahanan Irak, helikopter tersebut diangkut oleh pesawat jet An-124-100 milik maskapai Volga-Dnepr.

Pusat Analisis Perdagangan Senjata Dunia yang berbasis di Moskow mencatat, pada Oktober 2012 lalu Rusia dan Irak menyepakati pengiriman pasokan 28 buah pesawat tempur Mi-35M dan 15 buah pesawat tempur Mi-28NE. Pasokan gelombang pertama tiba di Irak pada 28 Agustus 2014 lalu.

Pesawat tempur Mi-28NE Night Hunter dirancang untuk misi pencarian dan penghancuran tanpa mengenal waktu, bahkan dalam kondisi cuaca buruk sekalipun. Pesawat ini dapat menghancurkan berbagai peralatan dan kendaraan – baik yang bersenjata maupun tidak, menyasar pasukan bersenjata, serta target udara berkecepatan rendah. Pesawat ini dipersenjatai oleh sebuah meriam otomatis 30 mm 2A42, misil kendali anti-tank 9M114 Shturm atau 9M120 Ataka, misil udara-ke-udara 9M39 Igla-V dan R-3, roket tanpa-kendali S-8 dan S-13, serta senapan 23 mm UPK-23-250V.

Uji Coba Perang, Helikopter Rusia Pergi Berburu di Irak

Pada awal Juli lalu, dalam liputan reportase agen berita Irak NINA News, terdapat gambar yang memperlihatkan setidaknya tiga helikopter buatan Rusia Mi-28N jenis ekspor. Helikopter yang dibuat sebagai pesaing helikopter buatan Amerika AH-64D Apache pada masa Perang Dingin tersebut kini akan bertempur dalam satuan tentara Irak untuk melawan para ekstremis ISIS yang telah menduduki sebagian besar wilayah negara Irak tersebut. >>>

Irak Gunakan Pesawat Rusia untuk Lawan ISIS

Moskow dan Baghdad telah menandatangani kontrak dadakan untuk memasok pesawat tempur Rusia Su-25 (sekitar lima sampai sepuluh unit) bagi Irak. Pemerintah Nouri al-Maliki sedang sangat membutuhkan pesawat tempur untuk mendukung pasukan darat menghadapi kelompok ekstremis dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). >>>

Suka dengan dunia aviasi dan ingin tahu lebih banyak? Baca lebih lanjut. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.