Menteri Pertahanan: Rusia Akan Tingkatkan Kapabilitas Pertahanan Sesuai Situasi Terkini

Rusia tak berencana terlibat dalam ‘kompetisi senjata’ yang menguras anggaran negara, namun akan meningkatkan kapabilitas sistem pertahannya sesuai situasi saat ini.

Rusia sedang meningkatkan semua aspek kekuatan angkatan bersenjatanya sebagai reaksi atas situasi politik dan militer saat ini, demikian disampaikan oleh Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu, Jumat (30/1).

Mengutip pernyataan kepala negara sekaligus komandan tertinggi Rusia Vladimir Putin pada Desember lalu, Shoigu menegaskan bahwa Rusia tak berencana terlibat dalam ‘kompetisi senjata’ yang menguras anggaran negara, namun akan meningkatkan kapabilitas sistem pertahannya sesuai situasi saat ini.

“Kami akan segera merealisasikan langkah yang telah ditetapkan oleh presiden Putin untuk mencegah dominasi militer atas Rusia,” kata Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu.

“Beberapa fokus utama kami adalah meningkatkan sistem pertahanan nuklir, kualitas staf militer, memperkuat pasukan militer kami, serta membentuk badan pertahanan baru yakni Angkatan Antariksa. Sejauh ini, kekuatan militer Rusia telah dilengkapi dengan beragam sistem persenjataan modern, dan kita berencana mempercepat pembangunan fasilitas militer,” terang Shoigu.

Untuk itu, lanjut Shoigu, Rusia akan mengimplementasikan program persenjataan negara secara menyeluruh. Pada 2020, Rusia harus sudah memenuhi target jumlah senjata militer yang harus dimiliki.

Shoigu menjelaskan, kementerian pertahanan akan segera menyusun langkah guna mencapai tujuan tersebut, seperti mempercepat penyelesaian strategi militer prioritas Rusia dan terus mengembangkan riset terkait sistem persenjataan yang tengah menjadi tren global.

Kepala Staf Jendral Valery Gerasimov menyatakan bahwa Rusia akan meningkatkan persenjataan angkatan darat dan lautnya, gunamenjawab tindakan AS yang memperluas sistem pertahanan misilnya—yang melanggar perjanjian rudal jarak pendek dan menengah.

Dalam dialog bersama Menteri Pertahanan Rusia, Collective Security Treaty Organization (CSTO) yang beranggotakan Rusia, Armenia, Kazakhstan, Kirgistan, dan Tajikistan menyatakan rencananya untuk meningkatkan kekuatan militer organisasi. “Ancaman yang dihadapi oleh salah satu negara anggota CSTO merupakan ancaman bagi seluruh anggota,” kata Sekretaris Jendral CSTO Nikolai Bordyuzha. Menurut Bordyuzha, CSTO telah membeli senjata senilai 650 juta dolar dengan ‘harga istimewa’. Negara-negara CSTO juga telah meningkatkan pesanan senjata sepuluh kali lipat sejak organisasi ini berdiri delapan tahun lalu.

Tertarik dengan teknologi dan strategi sistem pertahanan Rusia? Baca lebih lanjut. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.