Kebohongan Atas Peran Tentara Merah dalam Kemenangan PD II Tersebar, Putin: Kita Balas Aksi Tersebut dengan Elegan

Putin mendesak para gubernur Rusia segera melakukan tindakan guna melawan upaya pemutarbalikan sejarah.

Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa semua kebohongan mengenai kontribusi Tentara Merah dalam kemenangan Perang Dunia II yang disebarkan oleh beberapa negara harus segera diluruskan.

“Lawan kita menyebarkan pernyataan absurd yang tak sesuai fakta terkait kebenaran sejarah Perang Dunia II. Itu mereka lakukan semata-mata demi memuaskan ambisi politik mereka,” kata Putin, Kamis (29/1).

“Kita harus membalas aksi tersebut dengan elegan, meluruskan fakta untuk melawan kebohongan dan pemutarbalikan sejarah,” kata Putin.

 

Sebelumnya, Presiden Putin dikabarkan tidak akan menghadiri peringatan tersebut, tapi Juru Bicara Presiden Rusia Dmitry Peskov menegaskan bahwa Presiden Putin memang tidak diundang dalam acara tersebut, sementara pasukan Uni Sovietlah yang membebaskan para tahanan saat itu.

Sang presiden mengimbau para gubernur Rusia untuk melakukan tindakan guna melawan upaya pemutarbalikan fakta tersebut di wilayahnya masing-masing. “Anda harus mengambil langkah yang sesuai di wilayah anda, dengan melibatkan para ahli, ilmuwan, perwakilan lembaga masyarakat, dan yang terpenting organisasi-organisasi anak muda,” ujar Putin.

Putin menyampaikan bahwa upaya untuk mendistorsi sejarah ini dilakukan dengan sengaja. “Awalnya saya kira mereka hanya akan menyampaikan omong kosong yang tak menarik bagi siapapun. Tapi ternyata tidak, karena pernyataan itu ditanamkan ke benak jutaan orang, dan kebohongan tersebut dijadikan referensi oleh mereka. Maka, omong kosong tersebut harus kita lawan dengan tenang, tanpa perlu histeris dan tanpa perlu menganggap itu sebagai ancaman,” kata Putin.

Putin yakin para gubernur di Rusia akan mampu mempersiapkan peringatan 70 tahun kemenangan Perang Dunia II dengan layak.

Di lain kesempatan, Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk menyatakan bahwa tentara Ukrainalah yang saat itu membebaskan tahanan Auschwitz, dengan alasan bahwa pasukan tersebut adalah termasuk dalam Front Ukraina Pertama (istilah pada masa itu -red.). Tentara ini sebenarnya bukanlah tentara Ukraina, melainkan tentara yang bergerak di wilayah Ukraina dan terdiri dari berbagai suku Uni Soviet, seperti orang Rusia, Tatar, Ukraina, Chechen, Uzbek, dan lain-lain.

Ingin tahu lebih banyak tentang poin-poin utama pandangan Putin terhadap dunia? Baca selanjutnya. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.