Wakil PM Rusia: Jadikan Krisis Ekonomi Sebagai Titik Balik Reformasi

Wakil Perdana Menteri I Rusia Igor Shuvalov mengingatkan bahwa masalah ekonomi yang tengah dihadapi Rusia tak boleh dianggap enteng, demikian dilaporkan Interfax.

“Harus diakui, saat ini kondisi ekonomi Rusia sedang berada dalam situasi yang sangat sulit,” kata Shuvalov.

Menurut Shuvalov, ada beberapa skenario yang dapat terjadi pada perkembangan ekonomi Rusia di masa mendatang. “Situasi bisa saja bertambah buruk, tapi bisa juga membaik jika harga minyak kembali normal, seperti pada tahun 2009. Tapi bagaimanapun, hal itu tak akan mengeliminasi masalah struktural yang mengerogoti perekonomian kita,” terang Shuvalov.

Namun, menurut Shuvalov, tidak ada alasan untuk panik. Pada 2008 lalu, Rusia juga mengalami krisis serupa. Namun krisis tersebut dapat cepat terselesaikan saat harga minyak mengalami peningkatan.

“Sejak itu, agenda ekonomi kita terus berubah. Pada 2011-2012, banyak pihak yang menganggap krisis telah berhasil dilewati dan semua baik-baik saja. Tapi sesungguhnya, kita belum keluar dari krisis,” tambah Shuvalov.

Shuvalov berpendapat, perekonomian Rusia telah mengalami kemunduran bahkan sebelum terjadi konflik di Ukraina. “Kini makin jelas bahwa masalah ekonomi yang kita hadapi bersifat struktural. Hal itu diperparah dengan pemberian sanksi dari Barat. Tentu ini semua berdampak sangat buruk. Tapi, coba kita lihat dari perspektif lain. Bisa saja ini adalah kesempatan bagi kita untuk bangkit dari masalah ekonomi struktural,” papar sang wakil perdana menteri.

Menurut Shuvalov, dalam waktu sepuluh tahun dapat dilihat apakah Rusia berhasil memanfaatkan situasi saat ini dengan baik.

Shuvalov mengakui, perkembangan ekonomi membutuhkan investasi, dan hal itu kini menjadi rumit akibat faktor-faktor geopolitis. Oleh karena itu, pemerintah Rusia harus siap menghadapi skenario terburuk, misalnya jika Rusia menghadapi pembatasan investasi asing dalam jangka panjang seperti Afrika Selatan dan Chili.

“Menurut saya, para politisi tak akan bisa menyelesaikan krisis Ukraina dalam waktu dekat. Saya rasa skenario terburuk adalah para investor enggan melirik Rusia untuk jangka panjang. Kita bisa belajar dari Afrika Selatan dan Chili bagaimana mereka berusaha mengembangkan perekonomian dalam situasi sulit. Apakah kita bisa menciptakan sistem ekonomi modern dibawah tekanan politik? Jawabannya, tentu saja bisa,” tutup Shuvalov.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.