Pertama Kali dalam 60 Tahun, Air Danau Baikal Menyusut 40 Centimeter

Pemerintah Buryatia menyatakan pendangkalan Danau Baikal telah memangkas jumlah pasokan air bagi warga dan dampaknya sangat terlihat di teluk dangkal.

Pemerintah Buryatia menyatakan pendangkalan Danau Baikal telah memangkas jumlah pasokan air bagi warga dan dampaknya sangat terlihat di teluk dangkal, demikian dilaporkan Interfax.

Ketinggian air di Danau Baikal mengalami penyusutan sekitar 40 centimeter dibanding 60 tahun lalu. Para nelayan juga mengeluhkan semakin sedikitnya jumlah ikan di delta Selenga.

Dalam Forum Internasional Baikal yang digelar Senin (12/1) lalu, kepala pemerintah Buryatia Vyacheslav Nagovitsyn memerintahkan Menteri Sumber Daya Alam Republik Buryatia Yuri Safyanov untuk menganalisa situasi dan berkonsultasi dengan para pakar terkait dampak penyusutan ketinggian Danau Baikal.

“Kementerian SDA harus segera memverifikasi laporan yang menyebutkan terjadi kekeringan di beberapa wilayah. Situasi ini sudah masuk dalam keadaan darurat. Bahkan tak ada air untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran di sana,” kata Nagovitsyn.

Nagovitsyn juga meminta agar Kementerian SDA Republik Buryatia berkomunikasi dengan Kementerian SDA dan Ekologi Rusia untuk mencari tahu penyebab serta solusi bagi masalah kekeringan tersebut. 

Pemerintah Buryatia memprediksi, pendangkalan tersebut terjadi karena ulah perusahaan energi Irkutsk. “Rawa gambut kita telah kering dan mulai terbakar, tapi perusahaan energi Irkutsk terus beroperasi dan membuat ketinggian air di Danau Baikal menyusut,” ujar Nagovitsyn.

Danau Baikal belum pernah sedangkal ini selama 60 tahun terakhir. Pemerintah Republik Buryatia tengah berkomunikasi dengan pemerintah federal Rusia dan memperkirakan sejauh mana kerusakan yang disebabkan oleh perusahaan energi tersebut.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.