Penyelam Rusia Bantu Angkat Ekor Pesawat AirAsia QZ8501

Penyelam Rusia menjadi satu-satunya tim SAR asing yang membantu proses pengangkatan ekor pesawat tersebut ke darat.

Setelah perjuangan panjang proses pencarian selama 14 hari, ekor pesawat AirAsia QQZ8501 yang mengalami kecelakaan pada Minggu (28/12) lalu berhasil ditemukan. Penyelam Rusia menjadi satu-satunya tim SAR asing yang membantu proses pengangkatan ekor pesawat tersebut ke darat.

Ekor pesawat AirAsia berhasil diangkat dari bawah laut pada Sabtu (10/1). Ekor tersebut ditemukan pada kedalaman 30 meter di bawah permukaan laut, terletak sekitar 30 kilometer dari lokasi jatuhnya pesawat, demikian dilaporkan Reuters. Tim SAR berhasil mengangkat benda tersebut dari bawah laut menggunakan balon pelampung. 

Tim penyelam dari Kementerian Situasi Darurat Rusia merupakan satu-satunya tim asing yang turut bepartisipasi dalam proses pengangkatan ekor pesawat tersebut. 

“Kami terlibat dalam operasi pengangkatan ekor pesawat Airbus A-320 yang cukup rumit. Tim kami melakukan penyelaman yang cukup dalam,” terang Eduard Chizhikov, pemimpin tim SAR dari Rusia yang membantu proses pencarian AirAsia.

Chizhikov juga menyebutkan, kapal Crest Onyx Indonesia juga memainkan peran penting dalam operasi pengangkatan tersebut. Setelah berhasil diangkat, ekor pesawat dibongkar di dek Crest Onyx untuk mencari kotak hitam yang seharusnya berada di bagian ekor pesawat sebelah kanan. 

Panglima TNI Jendral Moeldoko, yang mengawasi operasi pengangkatan tersebut, menyatakan kemungkinan besar kotak hitam masih berada di ekor pesawat karena sinyal kotak hitam tersebut melemah setelah operasi pengangkatan selesai dilakukan, demikian dilaporkan DetikNews.

Direktur Operasional Basarnas Marsma Supriyadi sempat menyebutkan kotak hitam tersebut tidak ada di ekor pesawat, namun ia memerintahkan timnya untuk melakukan pengecekan ulang.

Sinyal kotak hitam AirAsia terdeteksi pada Jumat (9/1). Sinyal tersebut terpancar sekitar 300 meter dari ekor pesawat.

Pesawat AirAsia QZ8501 yang terbang dari Surabaya menuju Singapura hilang dari radar pada Minggu (28/1). Pesawat tersebut mengangkut 162 penumpang, termasuk tujuh orang kru kabin.

Penyebab kecelakaan tersebut masih belum diketahui. Tim SAR Indonesia dibantu oleh rekan-rekan asing, termasuk Rusia, dalam upaya pencarian puing dan kotak hitam pesawat, yang dapat memberi petunjuk mengenai penyebab kecelakaan.

Sumber: Sputnik

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.