Tim Pencari AirAsia QZ8501 dari Rusia Tiba di Indonesia

Tim pencari dari Rusia yang beranggotakan lebih dari 70 orang telah tiba di Indonesia dan akan segera bekerja dalam pencariam puing AirAsia di dasar Laut Jawa.

Be-200. Foto: Mikhail Mokrushin/RIA Novosti

Perwakilan Kementerian Energi Rusia Alexander Drobyshevsky menyatakan tim pencari dari Rusia telah tiba di Indonesia pada Jumat (2/1). Mereka dikirim untuk membantu pencarian puing AirAsia QZ8501 yang jatuh di dasar Laut Jawa.

Tim tersebut terdiri dari lebih dari 70 orang dan membawa dua pesawat Rusia yakni Il-76 dan Be-200.

Mereka berangkat sejak Kamis (1/1) atas permintaan dari pihak Indonesia.

Tim pencari tersebut dilengkapi dengan berbagai perlengkapan khusus seperti kendaraan remote control Folkon untuk menjelajahi laut dalam, penangkap suara echo akustik, kapal selam, serta mesin untuk peralatan tersebut.

Pesawat AirAsia QZ8501 yang mengangkut 162 orang hilang kontak saat hendak menuju Singapura pada Minggu (28/12). Pada Selasa (30/12), beberapa puing pesawat tersebut ditemukan terapung di wilayah Selat Karimata bersama jenazah penumpang.

Sebanyak 30 kapal dan 21 pesawat dari Indonesia, Australia, Malaysia,Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat telah dikerahkan dalam upaya pencarian QZ8501.

AirAsia Indonesia merupakan maskapai asal Malaysia yang mengoperasikan penerbangan domestik di Indonesia dan penerbangan internasional ke Malaysia, Singapura, Australia, dan Thailand.

Sumber: Sputnik

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.