Kedubes Korea dan Kemenlu Rusia Menentang Pemutaran The Interview di Rusia

The Interview, 2014. Foto: Kinopoisk

Pemerintah Korea Utara menilai film buatan Amerika The Interview, yang bercerita mengenai pembunuhan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, merupakan film yang berbahaya, yang membenarkan dan mendorong aksi terorisme. Hal itu disampaikan oleh Kedutaan Besar Korea Utara di Rusia.

“Film ini harus dilarang di semua negara,” demikian pernyataan Kedubes Korea Utara. “Sulit untuk percaya bahwa sebuah film mengenai pembunuhan pemimpin negara yang ramah dan berdaulat bisa diputar di sebuah negara yang ramah dan beradab seperti Rusia,” tambah pihak kedubes. Menurut para diplomat Korea Utara, film tersebut menunjukan ketidakmatangan etika dan kebobrokan moral Amerika Serikat.

Pada Kamis (25/12) lalu, Perwakilan Presiden Rusia Khusus untuk Kerja Sama Kebudayaan Internasional Mikhail Shvydkoi dan Kementerian Luar Negeri Rusia juga menyatakan menentang pemutaran film tersebut di Rusia. Shvydkoi menggarisbawahi bahwa Rusia dan Korea Utara “memiliki hubungan historis tertentu” dan mengatakan bahwa rekan sejawat “tidak memiliki tradisi menyinggung presiden satu sama lain”.

Sehari sebelumnya, film ini muncul di pelacak torrent Rusia. Bioskop film online resmi di Rusia menyatakan bahwa mereka masih belum menerima proposal dari Sony Pictures, yang memiliki hak atas film itu, namun tak dipungkiri mereka tertarik dengan film ini.

Perwakilan Sony Pictures Rusia mengumumkan bahwa film ini tidak akan diputar di bioskop Rusia pada 29 Januari mendatang, seperti yang direncanakan sebelumnya dan bahwa tanggal pemutaran yang baru akan diumumkan kemudian.

Pada Kamis (18/12), beberapa hari sebelum pemutaran perdana film ini dilakukan di New York, Sony Pictures menerima ancaman anonim bahwa aksi terorisme akan terjadi jika film tersebut diputar. Pemutaran perdana film tersebut kemudian dibatalkan. Selanjutnya, bioskop-bioskop besar Amerika menolak untuk memutar “The Interview”. Sehari sebelumnya, cuplikan film yang menggambarkan kematian Kim Jong-un itu tersebar di internet. Materi “The Interview” dicuri secara keseluruhan oleh peretas saat Sony Pictures mendapat serangan cyber pada akhir November.

Pemutaran perdana resmi film ini dilakukan di AS pada 25 Desember di lebih dari 300 bioskop independen. FBI telah mengumumkan bahwa mereka akan mengawasi dengan teliti semua pertunjukan film tersebut selama musim liburan dan beberapa petugas instansi itu akan menghadiri serangkaian pemutaran perdana.

Film tersebut dibintangi oleh James Franco (Spiderman, Milk) dan Seth Rogen (The Green Hornet). Alur cerita film ini melibatkan dua wartawan televisi Amerika yang mendapat kesempatan mewawancarai Kim Jong-un, namun sebelum perjalanan ke Korea Utara, mereka direkrut oleh dinas rahasia dan diperintahkan untuk membunuh pemimpin Korea Utara tersebut.

Berdasarkan materi yang dipublikasikan di RIA Novosti dan Lenta.ru.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.