Jendral NATO Khawatirkan Peningkatan Jumlah Tentara Rusia di Krimea

NATO mengkhawatirkan keberadaan pasukan bersenjata Rusia di Krimea.

NATO mengkhawatirkan keberadaan pasukan bersenjata Rusia di Krimea. Hal tersebut disampaikan oleh Jendral Philip Breedlove, Panglima Tertinggi Eropa untuk Komando Operasi Aliansi NATO pada Interfax.

“Kami sangat khawatir Krimea akan mengalami militerisasi,” kata Breedlove dalam konferensi pers di Kiev pada Rabu (26/11). 

Ia menjelaskan, kekhawatiran tersebut muncul karena dua faktor. “Pertama, pasukan bersenjata Rusia terus berupaya menguasai wilayah tersebut. Kedua, kami melihat ada sejumlah besar senjata termasuk misil kapal laut di Krimea yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Laut Hitam,” kata sang jendral AS tersebut.

Ia juga mengingatkan pada Maret lalu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan mereka bisa saja mengirim senjata nuklir ke Krimea.

“Kami akan terus mengawasi isu ini,” ujar Breedlove.

Sang jendral juga menyatakan NATO mengkhawatirkan pembentukan markas militer pasukan pro-Rusia di Donbas. Menurut Breedlove, pasukan bersenjata Rusia yang berada di Ukraina timur mungkin akan mempersenjatai dan melatih mereka, yang merupakan ‘tulang punggung’ pasukan pro-Rusia. 

“Pasukan Rusia membantu militan lokal menggunakan senjata yang dibawa dari Rusia. Ini semua merupakan hal yang akan kami awasi,” kata Breedlove.

Ingin mendapatkan berita terkini tentang perkembangan situasi geopolitik? Berlanggananlah dengan newsletter kami.>>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.