Rusia Akan Buat Hovercraft Generasi Baru

Rusia berencana membuat hovercraft segera setelah produksi massal mesin turbin gas dalam kapal selesai dikembangkan. Hovercraft ini akan digunakan di kapal landasan dok kelas Mistral.

Rusia akan membangun hovercraft generasi baru setelah mengembangkan produksi massal mesin turbin gas dalam kapal. Menurut Wakil Kepala Perancang CMDB Almaz Igor Zakharov, kendaraan ini dapat digunakan di kapal Mistral Rusia. CMDB Almaz merupakan perusahaan yang membangun model hovercraft sebelumnya.

“Peralatan Perang Program 2050 melibatkan pengembangan hovercraft. Tapi, seperti yang Anda tahu, kendaraan itu dilengkapi dengan mesin turbin gas. Ketika Rybinsk Saturn NPO berhasil menyelesaikan pengembangan mesin itu dan dapat melakukan produksi massal, kita bisa memulai pengerjaan hovercraft,” kata Zakharov pada TASS.

Juru bicara perusahaan menyatakan bahwa hovercraft ini akan dibuat dengan kapal ukuran Murena. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, produksi kapal dengan berat 150 ton, panjang 30 meter, dan lebar 14,5 meter tersebut diharapkan akan dimulai kembali di Khabarovsk. Sementara itu, armada Rusia juga memiliki kapal yang lebih besar yakni Zubr yang memiliki berat 550 ton, panjang 57 meter, dan lebar 25,5 meter, namun belum ada rencana pengembangan jenis ini.

“Sejauh ini kami cenderung akan mengikuti ukuran Murena. Zubr belum dipertimbangkan,” kata Zakharov.

Zakharov ingin hovercraft generasi baru ini dapat dikerahkan dari kapal serbu amfibi seperti Mistral, yang diharapkan akan diterima Rusia pada 2014-2015. “Kamera docking Mistral memungkinkan kita untuk menerima hovercraft kelas Murena,” kata Wakil Kepala Perancang Almaz tersebut.

Hambatan pasokan mesin turbin gas untuk kapal Rusia disebabkan oleh situasi di Ukraina, negara asal perusahaan-perusahaan yang sebelumnya menyuplai mesin ke Rusia. Sebagai bagian dari program pengganti impor, Rybinsk Saturn kini tengah menciptakan instalasi turbin domestik. United Shipbuilding Corporation akan mulai melengkapi kapal-kapal perang dengan instalasi tersebut mulai 2017. Kepala Administrasi Kepresidenan Sergei Ivanov memperkirakan biaya proyek ini akan mencapai sekitar 30 miliar rubel.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia di TASS.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.