Lavrov Sindir Pidato Obama dalam Sidang Umum PBB

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyindir pernyataan Presiden AS Barack Obama yang menyebut ‘dunia dari sudut pandang Amerika’ dalam pidato pada Sidang Umum PBB.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyindir pernyataan Presiden AS Barack Obama yang menyebut ‘dunia dari sudut pandang Amerika’ dalam pidato pada Sidang Umum PBB, demikian dilaporkan Interfax.

“Ini adalah sudut pandang dunia dari Amerika, pandangan mengenai dunia yang dinyatakan oleh presiden yang berulang kali menegaskan eksklusivitasnya dan eksklusivitas negaranya, pandangan mengenai dunia dari sebuah bangsa yang mencantumkan hak untuk melakukan serangan tanpa mempertimbangkan keputusan Dewan Keamanan PBB atau hukum internasional lain dalam doktrin keamanan nasional mereka,” ujar Lavrov menjawab pertanyaan Interfax dalam pertemuan dengan para wartawan.

Lavrov menyatakan Rusia merasa mendapat kehormatan dengan menempati posisi kedua sebagai ancaman terbesar bagi perdamaian dan keamanan dunia dalam pidato Obama.

“Demam yang disebabkan oleh virus Ebola menduduki posisi pertama, sementara agresi Rusia di Eropa, seperti yang disampaikan sang presiden AS, menduduki tempat kedua, dan tempat ketiga diraih oleh ISIS, Al Qaeda dan teroris lain yang saat ini beroperasi di Timur Tengah, terutama di negara yang telah diinvasi oleh Amerika Serikat secara ilegal dan yang melanggar hukum internasional,” papar Lavrov.

“Sungguh aneh mendengar presiden AS berkali-kali menyatakan bahwa dunia telah menjadi lebih bebas dan lebih aman. Saya bahkan tidak tahu apa pernyataan itu benar-benar serius atau ada Orwellianisme (tipe pemerintahan masa depan yang bersifat totaliter fiktif yang tertulis dalam buku George Orwell -red.) di belakangnya, karena George Orwell menciptakan sebuah ‘kementerian kebenaran’ beberapa waktu lalu, dan kini filosofi tersebut masih ada,” kata Lavrov.

Lavrov menilai, dari cara penulisannya, pidato yang disampaikan Obama bukan bertujuan menciptakan perdamaian. “Itu akan berhasil jika Anda mengesampingkan beberapa fakta spesifik,” ujar Lavrov.

Lavrov menyatakan Rusia tidak percaya pada tuduhan unilateral dan prinsip ‘menaruh kesalahan di depan pintu orang lain’ dalam menghadapi konflik. Rusia menginginkan dialog yang jujur, setara dan saling menguntungkan.

“Saya akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry hari ini dan akan menyampaikan hal tersebut padanya,” kata Lavrov.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.