Sanksi Barat Batasi Iklan Coca-Cola di Rusia

Coca-Cola menghapus semua iklannya dari empat saluran televisi Rusia baru-baru ini.

Foto: PhotoXPress

Coca-Cola menghapus semua iklannya dari empat saluran televisi Rusia baru-baru ini. Perusahaan AS yang merupakan salah satu pengiklan terbesar di pasar Rusia ini diduga menghentikan promosi akibat pengaruh sanksi. Tiga saluran televisi yang tak lagi menyiarkan iklan Coca-Cola memiliki hubungan dengan Bank Rossiya yang masuk dalam daftar sanksi Barat, sementara televisi keempat dimiliki oleh Kementrian Pertahanan Rusia. Namun, pihak Coca-Cola bersikeras bahwa penghapusan iklan tersebut murni keputusan bisnis.

Coca-Cola menghentikan iklannya di empat saluran televisi Rusia yakni REN TV, Pyaty Kanal, Domashny, dan Zvyezda. Kommersant mengetahui hal tersebut dari seorang sumber yang bergelut di bidang media. Perwakilan agensi penggarap iklan televisi Coca-Cola MediaVest Yuri Borisov dan Direktur Hubungan Luar dari kantor Coca-Cola Rusia Anna Kozlovskaya membenarkan informasi tersebut. Mereka menjelaskan bahwa perusahaan memutuskan untuk fokus pada saluran televisi utama Rusia, yang merupakan saluran paling efektif untuk meraih target pasar Coca-Cola.

Tahun lalu, Coca-Cola menghabiskan lebih dari 2,5 miliar rubel (70 juta dolar AS) untuk beriklan di Rusia. Sebanyak 4-5,5 juta dolar AS (150-200 juta rubel) dihabiskan untuk empat televisi yang kini tak lagi menyiarkan iklan Coca-Cola tersebut. Kini, anggaran untuk empat saluran televisi itu akan didistribusikan ke media lain termasuk Gazprom-Media.

Perwakilan perusahaan tidak menampik kemungkinan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan sanksi AS. REN TV, Pyaty Kanal, dan Domashny merupakan bagian dari Kelompok Media Nasional yang dikuasai oleh Bank Rossiya, bank yang tidak boleh diajak bekerja sama oleh perusahaan AS berdasarkan sanksi terbaru dari Barat. Namun, perwakilan tiga media tersebut menolak berkomentar.

Salah satu sumber Kommersant mengingatkan bahwa penghentian iklan dapat mengakibatkan denda yang mungkin sebanding dengan biaya pemasangan iklan. Tapi, dua sumber lain yang bekerja di bidang periklanan melihat bahwa Coca-Cola mungkin memang menganggap saluran-saluran tersebut tidak signifikan bagi promosi mereka. “Mereka bisa menghemat uang, bahkan jika terkena penalti sekalipun,” kata sang sumber. Meski demikian, para pelaku pasar menyatakan sebelumnya tidak ada perusahaan yang menghentikan iklan di media Rusia seperti ini.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia di Kommersant.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.