Festival Shaman, Tempat Berkumpul Para Dukun Terkuat di Dunia

Para shaman terkuat dari Swedia, Greenland, Meksiko, Kirgistan, Mongolia, Korea Selatan dan Kazakhstan datang ke Festival Internasional The Call of 13 Shamans yang sedang diadakan di Tuva, Rusia.

Festival Internasional The Call of 13 Shamans dimeriahkan dengan parade drum, nyanyian tenggorokan (thorat singing), ritual, dan meditasi. Foto: Press photo

Shaman merupakan sejenis dukun atau penyembuh dan pemimpin spiritual. Para shaman terkuat dari Swedia, Greenland, Meksiko, Kirgistan, Mongolia, Korea Selatan dan Kazakhstan datang ke Festival Internasional The Call of 13 Shamans yang sedang diadakan di Tuva, Rusia hingga Minggu (27/7). Shaman dari empat daerah Rusia yakni Altai, Khakassia, Tuva, dan Yakutia juga berpartisipasi dalam festival tersebut.

Festival tersebut dimeriahkan dengan parade drum, nyanyian tenggorokan (thorat singing), ritual, dan meditasi. Penyelenggara juga menyajikan seminar menarik serta workshop tentang praktik shaman dan ramalan. Semua peserta yang tertarik juga akan diajari tarian Elang, yang merupakan bagian dari program kesehatan rohani Un-Hun.

Pencetus ide dan penyelenggara utama festival The Call of 13 Shamans adalah penyanyi tenggorokan (throat singer) Nicholay Oorzhak. Ia merupakan seorang shaman Tuva keturunan klan Black Heaven.

Festival ini diselenggarakan untuk pertama kali dan tanpa dukungan sponsor. “Kami berhasil menemukan lokasi yang sangat cocok untuk acara ini. Para shaman terkuat telah berkumpul di tempat wisata Shyk-Bazhy, Dzun-Khemchiksky, Tuva,” tutur Nicholay Oorzhak.

Tamu kehormatan festival, shaman dari Meksiko Don Rogelio Carrillo, mengatakan bahwa tradisi umatnya di Meksiko dan tradisi masyarakat Tuva sangat mirip. “Itulah yang memikat saya hingga bersedia datang ke daerah Siberia yang sangat jauh ini,” tutur Don Rogelio.

Carrillo bercerita, tradisi shaman yang ia amalkan sudah sangat kuno. “Tradisi ini mungkin berasal dari 2.000 tahun yang lalu. Kami tidak punya bukti tertulis tentang hal itu, tapi saya tahu pasti bahwa nenek moyang saya melakukan hal-hal yang sama persis,” kata Don Rogelio.

Sumber: Rossiyskaya Gazeta

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.