Kelok 44 Hingga Danau Maninjau, Pesona Etape 4 Tour de Singkarak

Foto: Vox Populi Publicists

Para pembalap sepeda peserta Tour de Singkarak baru saja menyelesaikan etape 4, Selasa (10/6). Etape tersebut merupakan rute yang paling menantang dalam rangkaian kompetisi. Total jarak yang harus mereka tempuh mencapai 165 kilometer, dengan rute Bukittinggi-Tanah Datar-Padang Panjang-Pariaman-Kabupaten Agam. Lokasi start terletak di depan Jam Gadang, ikon kota Bukittinggi yang bersejarah. Sementara garis finish terletak di Lawang Adventure Park, Kabupaten Agam, yang menghadirkan pemandangan Danau Maninjau yang menakjubkan.

Tantangan terberat dalam etape 4 ialah jalur Kelok 44 yang menghubungkan Bukittinggi dengan Maninjau. Sesuai namanya, Kelok 44 merupakan jalan yang terdiri dari 44 kelokan (belokan) dengan ketajaman dan kemiringan yang luar biasa. Tim Custom Cycling Club dari Indonesia bahkan menyebut Kelok 44 sebagai “Hell on Sumatera”, dalam akun twitter resmi mereka.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar menyatakan kehadiran Kelok 44 membuat lomba balap sepeda Tour de Singkarak berbeda dengan Tour de Korea, Tour de Italy, bahkan Tour de Korea. “Lomba-lomba itu tidak ada yang memiliki Kelok 44, rute yang sangat menikung hingga 44 kali. Peserta TdS tahun lalu bahkan menyebut Kelok 44 sebagai ‘the most sophisticated and exciting sites’,” ujar Sapta.

Dalam Tour de Singkarak 2014, usaha keras pembalap untuk melewati Kelok 44 akan terbayar lunas ketika mereka mencapai garis finish. Garis finish yang terletak di Lawang Adventure Park menyuguhkan pemandangan Danau Maninjau, salah satu destinasi wisata unggul yang dipromosikan oleh Pemerintah Sumatera Barat. Siluet langit yang terpantul di atas air danau yang dikelilingi dinding bukit menghadirkan hamparan pemandangan hijau yang meneduhkan hati, dilengkapi dengan udara di kawasan danau yang sejuk. Pemandangan tersebut dapat mengobati penat yang dirasakan oleh para pembalap setelah mengayuh sepeda sejauh ratusan kilometer.

Arvin Moazemi Godzrzi dari tim Pishgaman Yazd Iran mengaku sangat terkesima melihat keindahan Danau Maninjau. “Ini seperti di Swiss,” ujar Arvin yang sebelumnya pernah mengikuti kompetisi balap sepeda serupa di Swiss.

Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, wilayah tersebut merupakan tempat peristirahatan bagi warga kelas satu. Mereka datang ke tempat ini untuk menikmati cahaya matahari hangat yang berpadu dengan udara sejuk yang bertiup sepoi-sepoi.

Bupati Agam Indra Catri menjelaskan, ini adalah pertama kalinya Lawang Adventure Park dijadikan sebagai tempat finish. “Kami ingin menunjukan bahwa Agam tidak hanya memiliki Kelok 44, tapi ada juga keindahan luar biasa yang bisa terus kita eksplor, termasuk pemandangan dari sini,” ujar Indra. Pilihan sang bupati pun ternyata tepat sasaran, karena lokasi finish itu mengundang decak kagum para peserta, tamu, bahkan awak media.

Penyelenggarakan salah satu etape Tour de Singkarak di kabupaten ini bukan pertama kalinya, dan tentu bukan untuk terakhir kali. Jika Agam kembali berkesempatan memeriahkan Tour de Singkarak tahun depan, Bupati Agam hendak menawarkan sebuah track baru. “Saya tawarkan satu track spesial, yang kami beri nama Anugerah Gunung, Danau, dan Laut,” tutup Indra.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.