FOTO: Kehidupan di ‘Kota Nuklir’ Sebelum Tragedi Chernobyl

Unit reaktor ke-4 yang meledak kemudian ditutupi oleh sarkofagus yang terbuar dari beton khusus. Tiga unit reaktor lainnya dinonaktifkan dan didekontaminasi, termasuk dengan menghapus zat radioaktif.

Unit reaktor ke-4 yang meledak kemudian ditutupi oleh sarkofagus yang terbuar dari beton khusus. Tiga unit reaktor lainnya dinonaktifkan dan didekontaminasi, termasuk dengan menghapus zat radioaktif.

SERGEY YAKUNIN / PRIPYAT-CITY.RU
Setiap tahun, Rusia mengenang 26 April sebagai peringatan tragedi Chernobyl yang terjadi pada 1986. Berikut dokumentasi kehidupan di Pripyat — kota yang dibangun khusus untuk para pekerja PLTN Chernobyl sebelum dan pada saat kejadian.
Berjarak 90 kilometer dari Kiev, ibu kota Ukraina, Pripyat adalah kota yang terbilang sangat muda. Kota ini didirikan pada 1970 untuk para pekerja PLTN Chernobyl yang terletak sekitar dua kilometer dari kota itu. Pripyat adalah salah satu dari sekitar 24 ‘kota atom’ yang pernah ada di Uni Soviet.
Kota ini dibangun untuk penduduk yang diestimasikan berjumlah 75 ribu jiwa. Menurut sensus terakhir pada era sebelum terjadinya bencana Chernobyl, Pripyat memiliki sekitar 48 ribu penduduk.
Bekas warga Pripyat kini mengenang bahwa pesta pernikahan adalah hal yang biasa diadakan. Mereka sempat mengerjakan aula untuk melangsungkan pernikahan, tetapi proyek tersebut tidak dapat diselesaikan karena terjadinya bencana Chernobyl yang diikuti dengan evakuasi.
Menurut statistik, pertumbuhan penduduk Pripyat berjumlah sekitar 15 ribu jiwa, dengan setidaknya 800 bayi yang lahir di kota itu. Sementara, sisanya datang dari daerah lain di Uni Soviet.
Pripyat memiliki lima sekolah yang menampung lebih dari lima ribu murid.
Pembangunan PLTN Chernobyl Vladimir Lenin dan ‘Kota Atom’ Pripyat dimulai pada tahun yang sama, yaitu pada 1970.
Pembangunan Pripyat dulunya diumumkan sebagai proyek konstruksi kejutan seantero Uni Soviet. Generasi muda dari berbagai belahan Uni Soviet kala itu berbondong-bondong datang untuk membantu pembangunan proyek tersebut.
Kota nuklir ini didirikan di tepi sungai dengan nama yang sama.
Kehidupan masyarakat Pripyat tak jauh berbeda dengan masyarakat lainnya di Uni Soviet, yang membedakan adalah mayoritas penduduk Pripyat bekerja pada proyek PLTN Chernobyl.
Kedamaian kota Pripyat berakhir ketika munculnya perintah evakuasi pada 27 April 1986. Pada siang hari, tepatnya pukul 14.00, sejumlah bus mulai mengevakuasi penduduk dari rumah mereka di bawah pengawalan polisi. Pada awalnya, mereka diberi tahu bahwa ini hanyalah evakuasi sementara, tapi nyatanya orang-orang ini tak pernah kembali ke rumah mereka.
Meskipun Pripyat adalah sebuah kota kecil, kota ini memiliki semua fasilitas yang diperlukan berdasarkan standar di era Soviet.
Kota ini memiliki banyak cadangan makanan.
Ledakan di unit reaktor ke-4 PLTN Chernobyl terjadi pada malam hari, 26 April 1986. Dua orang tewas seketika akibat kejadian tersebut. Namun, puluhan insinyur teknik nuklir lainnya kemudian meninggal akibat radiasi.
Setelah warga dievakuasi dari Pripyat ke permukiman lain di dekatnya, seluruh wilayah yang berjarak sekitar 30 kilometer dari fasilitas nuklir diumumkan sebagai zona berbahaya.
Mayoritas penduduk Pripyat juga tergolong berusia sangat muda, dengan usia rata-rata 26 tahun.