Murmansk: 40 Hari Tanpa Matahari, 60 Hari Tanpa Malam

Meskipun malam seterang pagi hari, kehidupan malam berlangsung seperti biasa. Anda dapat melihat pasangan muda berjalan menyusuri jalan-jalan kosong, ada pesta di bar-bara setempat, dan sopir-sopir taksi berdebat — segala sesuatu yang biasa Anda temukan di tengah malam.

Meskipun malam seterang pagi hari, kehidupan malam berlangsung seperti biasa. Anda dapat melihat pasangan muda berjalan menyusuri jalan-jalan kosong, ada pesta di bar-bara setempat, dan sopir-sopir taksi berdebat — segala sesuatu yang biasa Anda temukan di tengah malam.

Sergey Ermokhin
Murmansk, sebuah kota besar di bagian barat laut Rusia (Lingkaran Arktik utara), baru saja merayakan hari jadinya yang ke-100 pada 4 Oktober lalu. Di kota ini, malam bisa berlangsung selama 40 hari dan matahari bersinar selama 63 hari.
Pada musim dingin tahun ini, fotografer Rusia Sergey Ermokhin mengunjungi Murmansk dan beberapa desa di sekitar kota itu. Ia ingin melihat bagaimana orang-orang di sana hidup selama malam kutub, yaitu ketika matahari tidak muncul selama 40 hari.
Di sini, di Rusia Utara, satu tahun dibagi menjadi malam kutub dan hari kutub (atau disebut juga matahari tengah malam). Hari kutub terjadi ketika matahari tidak pernah tenggelam di balik cakrawala, melainkan hanya tampak "berputar" di sekitar langit selama berhari-hari (22 Mei – 22 Juli). Dengan kameranya, Sergey Ermokhin mengabadikan momen seperti apa kehidupan di sana selama periode ini.
Nadezhda, seorang warga yang tinggal di Murmask, ingat ketika suatu hari dia hendak pulang dari sebuah klub malam, ia bertemu pasangan tua yang baru saja keluar dari hutan dengan membawa jamur.
Namun demikian, bagi 307 ribu orang yang tinggal di sini, kota dengan malam kutub, angin yang menusuk, lereng-lereng es, dan "gaji" Utara ini adalah rumah. Mereka bahkan memanggil kota mereka dengan sebutan penuh kasih sayang: Monamourmansk. Sementara, dengan dikelilingi tundra, taiga, pegunungan, fyord, dan laut, kota ini menyajikan pemandangan yang lebih dari luar biasa.
Beberapa warga yang berpesta sepanjang malam kerap menanyakan waktu kepada para pejalan kaki. Mereka bertanya apakah saat itu pukul 11.00 siang atau malam.
Beberapa apartemen dan hotel yang bagus di kota ini memasang tirai tebal di setiap kamar. Dengan begitu, sinar matahari tidak akan mengganggu Anda untuk beristirahat. Penduduk setempat berkata, "Saya ingat, ketika kecil, ibu saya menutup jendela dengan selimut karena tirai sederhana tidak akan membantu (menghalangi sinar matahari). Anak-anak bisa terbangun pada pukul 02.00 dini hari dan sangat sulit untuk menjelaskan kepada mereka bahwa masih terlalu dini untuk bangun."
"Saya berada di Murmansk. Saya menghabiskan empat hari di sana. Saya sangat tidak terbiasa untuk tidur (pada waktu malam) ketika matahari masih bersinar. Saya sangat kagum dengan bagaimana kota itu terlihat pada masa-masa itu. Setelah berjalan-jalan pada puku 01.00 – 02.00 dini hari, saya merasa begitu lapar karena tubuh saya berpikir itu adalah waktunya makan siang," kata Sergei Ermokhin.
Warga setempat mengatakan bahwa selama hari kutub, tagihan listrik mereka praktis nol. Namun, semua uang yang ditabung selama musim panas akan dihabiskan selama malam kutub.
Murmansk dianggap sebagai kota pelabuhan penting yang strategis dan penghubung kunci dalam berbagai sistem transportasi yang berbeda. Singkatnya, kota ini memberikan kontribusi ke Rusia dalam berbagai cara.