Bagaimana Idul Kurban Dirayakan di Kazan?

Di Rusia, perayaan Idul Adha disebut dengan Kurban Bayram. Nama ini diadopsi ke dalam bahasa Rusia dari bahasa Turki. Bagian pertama dari frasa tersebut, yaitu “Kurban” berasal dari bahasa Arab 'Qurban' yang berarti mendekatkan. Lalu, bagian kedua dari kalimat, yaitu “Bayram” berasal dari bahasa Turki yang berarti perayaan.

Di Rusia, perayaan Idul Adha disebut dengan Kurban Bayram. Nama ini diadopsi ke dalam bahasa Rusia dari bahasa Turki. Bagian pertama dari frasa tersebut, yaitu “Kurban” berasal dari bahasa Arab 'Qurban' yang berarti mendekatkan. Lalu, bagian kedua dari kalimat, yaitu “Bayram” berasal dari bahasa Turki yang berarti perayaan.

Nikolai Alexandrov
Keluarga Presiden Yayasan “Yardem” Ilham Ismailov tinggal di ibu kota Republik Tatarsan Kazan. Setiap tahun, Ismail dan istrinya Viktoria menyajikan berbagai hidangan dan mengundang keluarga dan teman-teman mereka untuk berkunjung ke rumahnya.
Di beberapa wilayah Rusia, terutama di Republik Tatarstan, Bashkortostan, Chechnya, Dagestan, Karachayevo-Cherkessia, Adygeya, Kabardino-Balkaria, Ingushetia, dan Krimea, perayaan Idul Adha dijadikan sebagai hari libur.
Keluarga Presiden Yayasan “Yardem” Ilham Ismailov tinggal di ibu kota Republik Tatarsan Kazan. Setiap tahun, Ismail dan istrinya Viktoria menyajikan berbagai hidangan dan mengundang keluarga dan teman-teman mereka untuk berkunjung ke rumahnya.
Saat matahari mulai terbit, kota ini dipenuhi dengan semarak suara takbir yang merupakan panggilan untuk melaksanakan salat. Hari ini sangat istimewa dan meriah. Ismail berangkat ke masjid “Yardem” untuk melaksanakan salat hari raya bersama-sama dengan umat seagama. Sementara itu, para perempuan memasak dan mempersiapkan hidangan di atas meja.
Pada hari raya, masjid diramaikan oleh para jemaah, tapi kapasitas masjid tidak cukup untuk menampung semua orang. Mereka yang terlambat dapat mendengarkan khotbah hari raya dari luar masjid.
Imam Ildar Bayazitov memimpin salat hari raya. Setelah khotbah, para jamaah berjajar dan bahu mereka menyentuh satu sama lain. Dengan begitu berakhirilah salat hari raya, dengan saling memeluk dan mengucapkan selamat hari raya.
Segera setelah salat Idul Adha, umat Islam keluar untuk melakukan ritual pengurbanan. Hanya di Kazan ada sebanyak 17 wilayah yang melayani penyembelihan hewan kurban. Keluarga Ismail melaksanan ritual tersebut di tempat khusus yang disediakan di halaman masjid “Yardem”.
Daging kurban dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama dapat disimpan untuk diri sendiri, satu bagian yang lain diberikan kepada Majelis, dan satu bagian sisanya diberikan kepada orang yang tidak mampu.
Setelah penyembelihan, Ismail dan tamunya pulang ke rumah. Istri dan anak-anak mereka menunggu di meja makan. Banyak hidangan yang telah disiapkan sejak pagi hari. Sekembalinya para lelaki dari masjid, di atas meja telah tersaji makanan lain.
Hidangan tradisional dalam perayaan ini bagi keluarga Tatar adalah shurpa yang terbuat dari daging domba, gubadia (pai tradisional Tatar), dan kosh tele (penganan manis yang terbuat dari tepung).
Anak-anak Ismail, yaitu Azalia, Ilyas, dan Maryam, juga mengambil bagian secara aktif di hari raya ini. Azalia membantu mengatur meja, sedangkan Maryam dan Ilyas membuat kerajinan tangan sebagai hadiah untuk orang-orang terkasih.
Perayaan ini berlangsung selama dua hari ke depan. Pelaksanaan ritual penyembelihan biasa dilakukan hingga tanggal 26 Oktober. Orang-orang dapat menerima tamu hingga sepanjang tahun.