Pabrik Ambar Kaliningrad, Satu-satunya Industri Ambar di Dunia

Pabrik Ambar Kaliningrad adalah satu-satunya perusahaan di dunia saat ini yang melakukan penambangan ambar dalam skala industri.

Pabrik Ambar Kaliningrad adalah satu-satunya perusahaan di dunia saat ini yang melakukan penambangan ambar dalam skala industri.

Igor Zarembo
Pabrik Ambar Kaliningrad adalah satu-satunya perusahaan di dunia saat ini yang melakukan penambangan ambar dalam skala industri.
Kegiatan pertambangan ini berlangsung di pantai Laut Baltik dekat Desa Yantarny ('ambar' dalam bahasa Rusia). Para ahli memperkirakan 90 persen cadangan suksinat ambar di dunia terkonsentrasi di tempat ini. Mineral tersebut berusia sekitar 50 juta tahun.
Menurut perkiraan, terdapat sekitar 300 ribu ton cadangan ambar yang berada di tempat ini.
Ambar terutama digunakan untuk membuat perhiasan dan obat-obatan. Substansi ini juga memiliki sebutan lebih puitis seperti "air mata dari laut" dan "hadiah dari matahari".
Pada zaman dulu, sepotong perhiasan kecil yang terbuat dari ambar biasanya lebih mahal daripada seorang budak muda karena membawa ambar ke Roma sepanjang Jalan Ambar penuh dengan kesulitan dan bahaya.
Ambar tidak hanya digunakan untuk membuat perhiasan indah. Damar fosil ini juga digunakan untuk objek yang lebih praktis, seperti kotak rokok, asbak, kotak perhiasan, bahkan jam dinding.
Setelah Perang Dunia II, rahasia menciptakan produk-produk ambar yang anggun sebagian besar hilang dari dunia.
Para ahli telah menemukan sekitar 250 jenis ambar, mulai dari "ambar laut" hingga "ambar darat", dan yang terakhir ditemukan di Pantai Ambar.
Variasi warna biasanya disebabkan oleh berbagai bercak-bercak, seperti bintik yang disebabkan alga yang memberi rona kehijauan pada ambar. Jika banyak gelembung udara beku di dalam permata, maka ia menjadi warna putih berbusa. Beberapa mineral bahkan dapat memberikan rona perak yang unik pada ambar.
Meski ambar adalah damar fosil dari pohon konifer, belum ada satu jarum konifer pun yang ditemukan dalam sepotong ambar. Para ilmuwan tak bisa menjelaskan fenomena ini.