Pertemuan Cenayang Terkuat Sedunia di Rusia

Cenayang paling kuat dari seluruh duni tiba di Republik Tuva, Siberia Selatan untuk menghadiri sebuah festival internasional yang didedikasikan bagi budaya ilmu gaib.
Cenayang paling kuat dari Swedia, Greenland, Meksiko, Kirgizstan, Mongolia, Korea Selatan, dan Kazakhstan tiba di Republik Tuva, Siberia Selatan untuk menghadiri sebuah festival internasional yang didedikasikan bagi budaya ilmu gaib.
Tabuhan drum, ritual, meditasi, misteri, dan nyanyian tenggorokan memeriahkan di acara ini. Pihak penyelenggara juga mengadakan seminar dan workshop menarik tentang praktik ilmu gaib cenayang dan ramalan.
Pengunjung yang tertarik bisa belajar tarian “Elang”, yang merupakan bagian program kesehatan spiritual Un-Hun. Tujuan festival ini adalah kebangkitan tradisi ilmu gaib secara global.
Percenayangan adalah salah satu praktik spiritual paling kuno umat manusia yang dilakukan di Siberia sejak zaman perunggu. Peran cenayang dalam masyarakat ialah sebagai penghubung antara dunia nyata dan alam gaib.
Umumnya, praktek ini ini bervariasi antara satu daerah dan daerah lain, tergantung pada mitologi masyarakat lokal setempat. Namun, prinsip-prinsip dasar ritual percenayangan cenderung hampir sama, di mana pun tempatnya.
Cenayang tak sadarkan diri, kerasukan roh, dan memulai kamlanie atau ritual gaib yang menjadi jalan baginya untuk berkomunikasi dengan para roh. Para cenayang hampir mengikuti mereka ke dunia gaib. Ritual ini diiringi tarian dan nyanyian. Di Tuva, praktik cenayang hidup berdampingan dengan Buddhisme. Selama kamlanie, cenayang dari Tuva menggunakan teknik nyanyian tenggorokan yang terkenal.
Republik Tuva Rusia berada di Siberia yang berbatasan dengan Mongolia. Wilayah ini merupakan republik terakhir yang bergabung dengan negara bekas Uni Soviet, yakni pada 1944. Republik Tuva dikenal dunia karena nyanyian tenggorokannya. Kelompok vokal dari republik ini sering diundang ke festival musik internasional.