Potongan Kehidupan Timur Jauh di Amur

Pada musim panas 2013, fotografer asal Amerika Louisa Marie Summer menyusuri Jalan Raya Federal Amur (Amur M58) sepanjang 2.165 kilometer. Ia mengendarai mobil dari Chita ke Khabarovsk, Siberia Tenggara selama tujuh hari. Sepanjang perjalanan ia memotret para penduduk desa dari berbagai suku dan kelas. Summer berusaha menangkap gambaran personal, ekonomi, sosial mereka. Kehidupan para penduduk yang tinggal di sisi jalan tersebut sungguh tenang dan sederhana. "Aku berjumpa dengan gadis kecil bernama Dasha di depan rumahnya di Mogocha, Kawasan Trans-Baikal. Ketika pertama kali Dasha melihatku, ia berlari masuk ke rumah lalu keluar lagi. Ia tampak penasaran, dan dengan riasan ceria ia mulai berpose di depan kamera," cerita Summer.

Pada musim panas 2013, fotografer asal Amerika Louisa Marie Summer menyusuri Jalan Raya Federal Amur (Amur M58) sepanjang 2.165 kilometer. Ia mengendarai mobil dari Chita ke Khabarovsk, Siberia Tenggara selama tujuh hari. Sepanjang perjalanan ia memotret para penduduk desa dari berbagai suku dan kelas. Summer berusaha menangkap gambaran personal, ekonomi, sosial mereka. Kehidupan para penduduk yang tinggal di sisi jalan tersebut sungguh tenang dan sederhana. "Aku berjumpa dengan gadis kecil bernama Dasha di depan rumahnya di Mogocha, Kawasan Trans-Baikal. Ketika pertama kali Dasha melihatku, ia berlari masuk ke rumah lalu keluar lagi. Ia tampak penasaran, dan dengan riasan ceria ia mulai berpose di depan kamera," cerita Summer.

Louisa Marie Summer
Pada musim panas 2013, fotografer asal Amerika Louisa Marie Summer menyusuri Jalan Raya Federal Amur (Amur M58) sepanjang 2.165 KM. Sepanjang perjalanan ia memotret para penduduk desa dari berbagai suku dan kelas.
Sebuah karpet bergaya Asia tergantung di depan kompleks apartemen di Shimanovsk, daerah Amur. Pemerintah Rusia sadar pembangunan di daerah Timur Jauh yang lengang ini masih sulit terwujud. Namun, pemerintah telah berupaya meringankan beban penduduk dengan memotong pajak, mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan iklim bisnis, serta berusaha menarik minat para pengusaha.
Perjumpaan singkat dengan seorang Cossack berseragam rapi di depan palang kereta di Birobidzhan, Wilayah Otonom Yahudi. Dengan latar belakang badai besar dan kereta yang sedang mendekat, ia memperlihatkan ekspresi kaku dengan sedikit rasa penasaran, menawarkan sekilas pandangan ke jiwa seorang Rusia. Ia dan teman-temannya berjalan pulang dengan riang gembira karena ada sebuah perayaan.
Hampir tak ada seorang pun yang dapat Anda temui di sepanjang Jalan Raya Amur. Sejauh mata memandang, hanya ada tundra dan jalan yang terus lurus memanjang. Anda mungkin dapat bertemu manusia lain di segelintir tempat peristirahatan yang kebanyakan baru dibangun. Seperti kasir ini, yang menunggu untuk melayani pelanggannya di sebuah kafe yang baru dibuka di pinggir Jalan Amur. Jalan baru ini memberi banyak kesempatan untuk memulai bisnis baru. Sayangnya, pertumbuhan ekonomi di sini sangat lamban.
Di musim panas, banyak yang melewati Jalan Raya Amur untuk pergi ke tempat wisata atau mengunjungi sanak saudara. Terlihat sepasang pengantin merayakan pernikahan mereka dengan lentera Tiongkok di Chita, pusat pemerintahan Zabaykalsky Krai.
Leonid Kazarin adalah salah satu wirausahawan di kota Chita. Ia membuka usaha di kota yang berada di mulut Jalan Amur M58 ini. Ia juga salah satu orang beruntung yang dapat pergi ke negara yang lebih hangat dan lebih kaya sinar matahari seperti Thailand selama musim dingin ekstrem di Siberia. Gambar ini menunjukkan momen ceria ia dan anak perempuannya di rumah ibunya di pinggiran Chita, Kawasan Trans-Baikal.
Seperti di kota besar lain, anak-anak muda Chita bertemu di bar lokal. Di Chita, Irish Harat's Pub menjadi tempat anak muda berkumpul, minum, memakan biji bunga matahari, dan saling menggoda.
Sergei menggoda sekelompok gadis dari dalam mobilnya, pada sebuah Sabtu malam di Mogocha, Zabaykalsky Krai, salah satu kota besar di Kawasan Trans-Baikal. Pemuda ini berasal dari kaum minoritas yang berkembang pesat, yaitu para penduduk Tiongkok yang datang ke kawasan itu dalam beberapa tahun terakhir. Di Mogocha, para pemuda senang bergaya di depan gadis-gadis dengan menyusuri jalan menggunakan mobil modifikasi mereka yang mengilap.
Rute antarbenua ini diharapkan dapat menjadi jalur lalu lintas utama angkutan barang dari Jepang dan Asia Timur ke Rusia Tengah dan Barat. Saat ini, banyak mobil Jepang baru dibawa melalui Jalan Raya Amur dari Jepang menuju wilayah terpencil Rusia seperti Irkutsk, Krasnoyarsk, dan Novosibirsk. Selain itu, seperti dalam gambar di atas, bus-bus sekolah tua juga melalui jarak 7.300 kilometer dari Nizhny Novgorod ke Blagoveshchensk, kota yang berada di pinggir Jalan Amur, antara Chita dan Khabarovsk.
Seorang ibu dengan dua anaknya di depan rumah mereka di Chernyshevsk, pusat pemerintahan wilayah Chernyshevsky, 300 kilometer di sebelah timur laut Chita. Di desa kecil di samping jalan ini, seorang penduduk lokal bernama Vladimir mengelola sebuah penginapan kecil. Awalnya ia membuka penginapan karena ada dua pengemudi truk mencari tempat menginap saat truk mereka rusak.
Jalan Raya Amur selesai pada September 2010. Pada saat itu, Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin mengunjungi Amur yang baru dibuka dan menggambarkannya sebagai "sebuah jalan modern yang luar biasa, tetapi bukan Autobahn." Di desa kecil Aksenovo-Zilovskoye, 15 kilometer di samping Jalan Raya Amur, Putin secara pribadi menyokong pembangunan sebuah kolam renang untuk mempromosikan daerah Timur Jauh.
Gadis kecil di depan rumahnya di Kundur, 380 kilometer sebelum perbatasan Amur di Kharbarovsk. Para penduduk di daerah berawa ini membuat api dengan serbuk kayu untuk mengusir nyamuk agar mereka dapat duduk di luar menikmati udara malam yang segar.