Parade Senjata, Peringatan Kemenangan Perang Patriotik Raya

Setiap tanggal 9 Mei, kota kecil Verkhnyaya Pyshma di Pegunungan Ural menyelenggarakan parade yang tak ada duanya di dunia. Para veteran Perang Dunia II melakukan pawai di sepanjang jalan raya utama kota yang terletak 1.100 mil dari Moskow tersebut. Mereka mengendarai sejumlah kendaraan perang dari periode 1940-an, kendaraan yang mereka gunakan untuk menghancurkan para penyerbu fasis.

Setiap tanggal 9 Mei, kota kecil Verkhnyaya Pyshma di Pegunungan Ural menyelenggarakan parade yang tak ada duanya di dunia. Para veteran Perang Dunia II melakukan pawai di sepanjang jalan raya utama kota yang terletak 1.100 mil dari Moskow tersebut. Mereka mengendarai sejumlah kendaraan perang dari periode 1940-an, kendaraan yang mereka gunakan untuk menghancurkan para penyerbu fasis.

Tatyana Andreeva
Setiap tanggal 9 Mei, kota kecil Verkhnyaya Pyshma di Pegunungan Ural menyelenggarakan parade yang tak ada duanya di dunia.
Pawai juga menjadi ajang untuk menampilkan koleksi unik Museum Perlengkapan Militer yang membangkitkan kenangan zaman perang. Museum ini awalnya hanya memiliki koleksi dua meriam, namun kini Museum Perlengkapan Militer menyimpan lebih dari 150 pajangan langka kendaraan perang dan mobil kuno dari perang-perang di masa lalu.
Koleksi unik tersebut dikumpulkan sedikit demi sedikit. Sebagian ditemukan oleh tim pencari di medan perang, sedangkan sebagian lainnya merupakan sumbangan dari para kolektr pribadi. Untuk mengembalikan kondisi kendaraan perang seperti semula, para ahli mempelajari gambar-gambar arsip 70 tahun yang lalu dengan saksama.
Museum Perlengkapan Militer Verkhnyaya Pyshma dianggap sebagai salah satu museum perang terbesar di Rusia. Sebagian barang dipamerkan di luar ruangan dan museum ini terbuka bagi siapa saja.
Setiap tahun koleksi museum terus bertambah. Sebuah restorasi dapat memperpanjang usia benda-benda langka tersebut setidaknya 20-25 tahun.
Museum ini menyimpan beberapa tank yang keberadaannya hanya diketahui oleh segelintir orang seperti tank jenis amfibi Soviet T-38 di atas. Hanya ada tiga tank T-38 di dunia, dan tank yang berada di Verkhnyaya Pyshma adalah satu-satunya yang masih dapat beroperasi. Tank ini digunakan sejak 1936 hingga akhir Perang Patriotik Raya.
T-34 yang legendaris adalah salah satu simbol kemenangan Rusia sekaligus tank medium yang paling populer dan paling dikenal dari PD II. Tank yang dipamerkan di museum ini dilumpuhkan dalam Pertempuran Smolensk. Tim pencari berhasil mengeluarkan tank ini dari lumpur setelah perang berakhir.
Tank cruiser ringan BT-7 (model 1937) dapat bergerak dengan roda maupun rantai dengan kecepatannya mencapai 70 kilometer per jam. Kecepatan tersebut merupakan sebuah rekor di zaman itu.
Senapan artileri otomatis SU-100 (model 1944) produksi Pabrik Mesin Berat Ural ini digunakan untuk melawan senjata lapis baja Jerman.
Traktor Stalinets adalah legenda dalam dunia teknik mesin Soviet. Selama perang, traktor ini digunakan untuk menarik persenjataan berat. Kendaraan yang akhirnya jatuh ke tangan perestorasi dari kawasan Ural ini tenggelam dalam pertempuran di Smolensk. Setelah 70 tahun berada di bawah lapisan lumpur, traktor masih seperti baru, bahkan catnya masih utuh.
Tank ringan T-37A adalah tank amfibi pertama di dunia yang diproduksi secara massal. Tank ini diciptakan pada 1932 berdasarkan desain yang dibuat oleh perusahaan Inggris bernama Vickers dan tank amfibi percobaan yang dikembangkan di Uni Soviet. Tank ini ditemukan di hutan Karelia dan direstorasi di Pegunungan Ural.
Selain spesimen-spesimen perlengkapan militer dalam negeri, museum Verkhnyaya Pyshma juga menyimpan beberapa kendaraan Barat yang unik yang dipinjam-sewakan kepada Uni Soviet. Jeep legendaris Willys MB adalah kendaraan bermotor yang paling lazim pada PD II. Pada 1940, tentara AS memerlukan sebuah kendaraan ringan beroda roda untuk melakukan misi pengintaian. Dari 20 perusahaan yang mengikuti tender, Willys menang karena menawarkan harga yang paling murah, yakni 740 dolar AS untuk satu kendaraan.
Studebaker juga dipasok ke Uni Soviet berdasarkan perjanjian pinjam-sewa. Kendaraan amfibi AS ini dibuat khusus agar koalisi anti-Hitler dapat mendarat di pesisir Prancis.
Katyusha yang legendaris ini adalah peluncur roket ganda tanpa laras untuk tembakan voli yang cepat. Senjata rahasia yang digunakan oleh pasukan Rusia ini berhasil mengejutkan musuh, dan selongsong roketnya menghasilkan bunyi melengking yang lantang ketika meluncur di udara dengan kecepatan hingga 355 meter per detik.
Tank T-60 berperan besar dalam Perang Patriotik Raya. T-60 digunakan untuk keperluan mengintai, menarik, dan latihan perang.
BA-64 adalah mobil lapis baja beroda empat pertama Soviet yang diproduksi secara massal, yang kemudian digunakan oleh militer selama perang.
52K adalah sebuah senapan anti-pesawat terbang 85-mm. Senapan ini banyak digunakan selama Perang Patriotik Raya. Setelah perang berakhir, senapan ini laris dijual ke luar negeri untuk memlengkapi angkatan bersenjata negara lain.