Pabrik Chkalov, Tempat Lahirnya Pesawat Tangguh Rusia

Asosiasi Produksi Pesawat Terbang Chkalov Novosibirsk adalah salah satu produsen pesawat terbang terbesar di Rusia yang merupakan bagian dari Perusahaan Induk Penerbangan Sukhoi.

Asosiasi Produksi Pesawat Terbang Chkalov Novosibirsk adalah salah satu produsen pesawat terbang terbesar di Rusia yang merupakan bagian dari Perusahaan Induk Penerbangan Sukhoi.

Slava Stepanov / GELIO
Asosiasi Produksi Pesawat Terbang Chkalov Novosibirsk adalah salah satu produsen pesawat terbang terbesar di Rusia yang merupakan bagian dari Perusahaan Induk Penerbangan Sukhoi.
Selama Perang Dunia II, satu dari tiga jet tempur Yak yang dibuat di Uni Soviet diproduksi di pabrik Chkalov. Pabrik ini dulu dapat memproduksi hingga 33 pesawat praktis setiap hari selama perang.
Pada akhir 1980-an, pabrik ini mulai menjalankan produksi massal pesawat multiperan generasi keempat terbaru, Su-27IB, yang kemudian diberi nama Su-32.
Pada awal 1990-an, produksi di pabrik Chkalov dialihkan untuk kompleks pesawat Su-34 multiguna. Pilot penguji I. V. Votintsev dan E. G. Revunov menerbangkan pesawat percobaan pertama dari lapangan terbang pabrik. Pesawat ini telah diproduksi massal untuk Angkatan Udara Rusia sejak 2006.
Pesawat pembom ini dilengkapi dengan meriam 30 milimeter dan memiliki 12 titik suspensi untuk senjata dengan berat hingga delapan ton. Menurut beberapa sumber, dua Su-34 digunakan selama perang di Ossetia Selatan. Pesawat-pesawat tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas pesawat tempur dengan melakukan perang elektronik melawan instalasi pertahanan udara Georgia.
Analis Barat belum mengklasifikasi pesawat ini. Mereka menyebutnya “jet tempur multiperan” dan “pesawat tempur-pembom”.
Kokpit pesawat dibuat menggunakan lapisan titanium setebal 17 milimeter. Service tank pesawat juga dilapisi titanium.
Lebih dari 6.000 pekerja dan spesialis terlibat dalam pembuatan pesawat ini di pabrik.
Setelah badan pesawat siap, perakit sistem dan peralatan baru akan bekerja. Pesawat ini menjadi “benda hidup” di tangan mereka dengan memasangkan semua sistem yang diperlukan.
Pada Maret 2012, pabrik ini menandatangani kontrak dengan Angkatan udara Rusia untuk memasok 92 buah pesawat Su-34 pada akhir 2020. Itu adalah kontrak tambahan dari kontrak pada 2008 yang mengharuskan perusahaan memasok 32 buah Su-34 untuk Angkatan Udara. Pembuatan satu buah Su-34 memakan biaya kira-kira 1 miliar rubel atau sekitar 320 miliar rupiah.