Ulan-Ude, Pautan Buddha Rusia

Ulan-Ude adalah ibu kota Republik Buryatia yang terletak sekitar 100 kilometer sebelah tenggara Danau Baikal. Kota ini merupakan kota terbesar ketiga di Siberia timur berdasarkan jumlah penduduk. Sampai pertengahan abad ke-17, wilayah di sekitar Ulan-Ude adalah rumah bagi orang Buryat, subkelompok nomaden Buddha dari Mongol. Orang Buryat awalnya adalah penggembala nomaden, dengan kesamaan budaya dan bahasa dengan orang-orang Mongolia dan persamaan agama dengan Buddha Tibet.

Ulan-Ude adalah ibu kota Republik Buryatia yang terletak sekitar 100 kilometer sebelah tenggara Danau Baikal. Kota ini merupakan kota terbesar ketiga di Siberia timur berdasarkan jumlah penduduk. Sampai pertengahan abad ke-17, wilayah di sekitar Ulan-Ude adalah rumah bagi orang Buryat, subkelompok nomaden Buddha dari Mongol. Orang Buryat awalnya adalah penggembala nomaden, dengan kesamaan budaya dan bahasa dengan orang-orang Mongolia dan persamaan agama dengan Buddha Tibet.

Igor Glushko
Ulan-Ude adalah ibu kota Republik Buryatia yang terletak sekitar 100 kilometer sebelah tenggara Danau Baikal. Kota ini merupakan kota terbesar ketiga di Siberia timur berdasarkan jumlah penduduk.
Pada abad ke-18, Tsarina Elizaveta resmi mengakui Buddhisme sebagai agama di Rusia. Sayangnya, di tahun 1930-an, budaya dan agama Buryat praktis dihapuskan oleh para pemimpin Soviet. Aksara Mongolia digantikan oleh aksara Latin, kemudian Cyrillic, dan candi Buddha diratakan atau digunakan untuk keperluan lain. Saat ini, banyak bangunan yang mengingatkan akan kekayaan tradisi perdagangan Ulan-Ude pra-Soviet itu.
Iklim di sini adalah iklim benua ekstrem. Musim dinginnya panjang, dingin, dan cerah. Musim panasnya pendek, dengan hari-hari yang panas dan malam-malam yang dingin. Curah hujan yang lebat hanya terjadi pada bulan Juli dan Agustus. Musim gugurnya hangat dan kering dan dikenal sebagai “musim panas Indian” yang panjang. Iklim Buryatia baik untuk kesehatan karena sinar matahari melimpah, udaranya kering dan jarang berawan.
Ulan-Ude adalah kota di mana golongan ekstrem berikut ini tampaknya hidup harmonis bersama-sama: Pedagang di sisi Buddha Buryat, budaya Rusia Eropa di samping budaya Mongolia Asia.
Kota ini memiliki sebuah museum etnografi besar yang mengingatkan akan sejarah masyarakat di wilayah tersebut. Ada juga patung besar dan sangat tidak biasa berupa kepala Vladimir Lenin di alun-alun kota, yang terbesar di dunia. Dibangun pada tahun 1970 untuk memperingati seratus tahun kelahiran Lenin, patung ini menjulang di atas alun-alun utama pada ketinggian 7,7 meter dan berat 42 ton.
Banyak agama terwakili di Buryatia; di sini hidup berdampingan secara damai Shamanisme dan Buddhisme, kepercayaan Kuno, dan Ortodoks. Shamanisme telah ada jauh sebelum agama Buddha dan Kristen datang ke tepi Danau Baikal. Buddhisme di Buryatia eksis sebagai Lamaisme. Di Transbaikalye agama ini telah menyebar sejak abad XVII. Lamaisme dan Shamanisme telah sangat mempengaruhi satu sama lain. Gereja-gereja ortodoks pertama dibangun di Buryatia pada paruh kedua abad XVII, setelah penduduk Rusia pertama muncul di sana.
Pembangunan kota itu sangat terpacu ketika jalur kereta api Trans-Siberian mencapai daerah ini pada tahun 1900 dan kemudian oleh pembangunan jalur cabang ke Ulaanbaatar di Mongolia pada tahun 1949 – sebuah cabang yang diperpanjang ke Beijing pada tahun 1956. Peran Ulan-Ude sebagai persimpangan rel utama menyebabkan pembentukan usaha perbaikan lokomotif dan kereta yang besar. Industri lainnya termasuk pembuatan kaca, pengolahan makanan, dan industri ringan lainnya.
Proyek konstruksi infrastruktur wisatawan adalah investasi bisnis yang menguntungkan. Lokasi Ulan-Ude yang dekat ke Danau Baikal memfasilitasi pengembangan bisnis wisata di kota ini. Pihak berwenang Ulan-Ude telah mengidentifikasi 22 situs investasi untuk pembangunan hotel; tujuh proyek sedang dilaksanakan dan lima belas lainnya terbuka bagi investor.
Sampai tahun 1991 Ulan-Ude tertutup bagi orang asing. Ada rumah-rumah besar dan tua milik para pedagang yang sarat dihiasi dengan ukiran kayu dan batu di pusat Ulan-Ude yang bersejarah.
Kota Ulan-Ude merupakan persimpangan kereta api yang penting karena lokasinya di jalur kereta api Trans-Siberian antara kota-kota Cina dan Irkutsk. Ada juga kereta api Trans-Mongolia yang dimulai di Ulan-Ude dan melalui Mongolia ke ibukota Cina, Beijing. Lagi pula, Jalan Raya Trans-Siberian (M55) melewati kota Ulan-Ude. Ini adalah satu-satunya jalan untuk bepergian ke arah Vladivostok. Ada dua bandara di kota: bandara utama Ulan-Ude  “Mukhino” dan bandara kecil “Vostochny”.