Bantu India Perangi COVID-19, Pendiri Mata Uang Kripto Ethereum Sumbang 1,5 Miliar Dolar

Klaus Ohlenschläger/Global Look Press
Vitalik Buterin (27), salah satu pendiri mata uang kripto Ethereum dan sekaligus miliarder kripto termuda, menyumbangkan 1,5 miliar dolar dalam mata uang kripto ke berbagai organisasi dan yayasan nirlaba, lapor Techcrunch.

Buterin menyalurkan 1,14 miliar dolar ke Dana Bantuan Kripto-COVID India yang menyediakan perawatan medis dan kebutuhan pokok selama pandemi virus corona di India. Sebagian dari jumlah yang ditransfer Buterin dalam bentuk 500 koin Ethereum (ETH), dan sebagian besar berupa 50,7 triliun dogecoin (SHIB) Shiba Inu, yang sebelumnya dikirimkan kepadanya secara gratis tanpa persetujuannya.

Techcrunch menyebutkan, transaksi Shiba Inu menyebabkan kepanikan di antara investor dan berkontribusi pada penurunan nilai mata uang kripto hingga 35 persen.

Perwakilan Dana Bantuan Kripto-COVID India mengucapkan terima kasih kepada Buterin melalui Twitter. Mereka mengatakan akan menjual koin yang mereka terima “dengan bijaksana demi memastikan bahwa misi anti-COVID mereka tercapai.”

“Kami memutuskan untuk mengonversikan donasi secara bertahap selama periode waktu tertentu,” tambah organisasi tersebut.

Selain itu, Vitalik Buterin mentransfer 336 juta dolar dalam Ethereum dan dogecoin Dogelon Mars (ELON) lainnya ke Yayasan Methuselah, sebuah organisasi yang mengembangkan teknik jaringan dan pengobatan regeneratif. Dia juga mentransfer lebih dari 13 ribu koin Ethereum (lebih dari 50 juta dolar) ke Givewell yang mengawasi yayasan amal di seluruh dunia.

Setelah laporan sumbangan, majalah Forbes melaporkan bahwa kekayaan Buterin lebih dari 1,3 miliar dolar, setidaknya itulah jumlah yang diketahui mengalir keluar masuk “dompetnya”.

Pada awal Mei, majalah Forbes memasukkan Vitalik Buterin dalam daftar miliarder dan menyebutnya sebagai miliarder termuda yang menghasilkan banyak uang dari mata uang kripto. Kekayaannya meroket di tengah pertumbuhan Ethereum — sepanjang 2021, mata uang kripto telah tumbuh lebih dari 20 kali lipat dari 200 dolar menjadi hampir 4.000 dolar per koin.

Selama dua pekan terakhir, lebih dari 350 ribu kasus baru infeksi virus corona terdaftar di India setiap hari. Kini, sistem perawatan kesehatan India tengah berjuang mati-matian mengatasi lonjakan kasus COVID-19.

Antara April dan akhir Juli 2020, kekayaan miliarder Rusia naik 20 persen menjadi $467,6 miliar.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Baca selanjutnya

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki