Apa yang Istimewa dari Sikap Orang Rusia terhadap Uang?

Mikhail Voskresenskiy/Sputnik
Mayoritas orang Rusia tidak memiliki catatan tertulis mengenai anggaran mereka dan rencana alokasi dana ke depannya. Namun, mereka berhasil hidup sesuai kemampuan mereka.

Seminggu sebelum hari gajian, tetapi kantong Anda sudah kosong. Terdengar familiar? Pembelian yang tidak terduga, perjalanan di menit terakhir, atau ulang tahun teman - apa pun alasannya, terlalu sering teman-teman saya dan saya menjadi saksi: Suatu saat uang hadir dan kemudian "poof" - menghilang.

Apakah situasi seperti ini terjadi di seluruh Rusia? Apakah orang Rusia umumnya merencanakan anggaran jangka panjang mereka? Dan jika tidak, mengapa?

Hidup di saat ini

Ternyata, bukan hanya saya dan teman-teman saya yang mengalami hal tersebut. Menurut Olga Kuzina, seorang profesor di Sekolah Tinggi Ekonomi, separuh dari populasi Rusia menganggap diri mereka buta finansial - kurang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk membuat keputusan keuangan yang rasional.

Mengapa ini penting untuk ekonomi? "Jika konsumen membeli produk keuangan tanpa memahami itu bekerja, hal tersebut akan mengarah pada konsekuensi negatif baik untuk kesejahteraan pribadi mereka dan perekonomian secara umum," Kuzina menjabarkan dalam konferensi "Rusia Kontemporer" yang digelar pada 21 Agustus oleh Institut Strelka. Ia menjelaskan, semakin mahir konsumen secara finansial secara umum, semakin kecil kemungkinan ia menjadi korban skema ponzi dan pelaku pasar gelap.

Terlebih lagi, sebagian besar orang Rusia gagal mencatat arus kas harian mereka dan tidak membuat rencana anggaran jangka panjang, tambah Kuzina. Hanya 12 persen warga Rusia menyimpan catatan tertulis dari pendapatan dan pengeluaran rumah tangga mereka, dan hanya 14-16 persen yang merencanakan anggaran mereka setahun ke depan. Paradoksnya, meskipun tren umum mengarah pada perencanaan anggaran jangka pendek, masyarakat Rusia berhasil hidup sesuai kemampuan mereka, tanpa jatuh ke dalam hutang yang terlalu banyak.

Individu versus sistem

Mengapa ini terjadi? Kuzina menilai bahwa perencanaan jangka panjang tidak berguna karena dua alasan. “Pandangan pertama saya adalah banyak orang berpenghasilan rendah. Untuk apa menuliskannya? Sangat mudah untuk menghitungnya di kepala,” kata Kuzina.

“Pandangan kedua adalah orang-orang tidak memiliki strategi jangka panjang, karena mengalokasikan anggaran terlalu merepotkan. Kami melakukan ini hanya jika kami mendapatkan penghasilan yang signifikan. Selain itu, kami cenderung membuat perencanaan awal jika kami memiliki tujuan jangka panjang, seperti membeli apartemen atau mobil,” tambahnya.

Faktor penting lainnya adalah bahwa sistem ekonomi itu sendiri tidak membiarkan orang menjadi lebih melek finansial, kata Kuzina. “Sistem itu sendiri menyulitkan perencanaan anggaran di muka atau perencanaan masa depan seseorang. Bahkan jika kami mencoba untuk mendidik orang agar lebih melek finansial, itu tidak akan mengubah situasinya,” ia berpendapat.

Namun, tidak semua harus dilimpahkan pada sistem, kata Roman Blinov, kepala departemen analitis Pusat Keuangan Internasional di Moskow. "Di sini, baik sistem dan masyarakat sendiri menanggung kesalahan, karena sistem, dalam versi saat ini, tidak dapat mengatasi arus masuk uang dan pertumbuhan pendapatan pribadi," ia berpendapat. “Bagaimana bisa menyusun rencana jika penghasilan Anda tidak stabil atau habis Anda mulai berpikir tentang perencanaan jangka panjang? Pada saat yang sama, seseorang harus tahu bagaimana membuat perencanaan secara rasional yang membutuhkan pengetahuan ekonomi secara umum. Ini, pada gilirannya, terlalu maju untuk populasi kami. "

Avos'  Rusia

Pada saat yang sama, masyarakat Rusia memiliki sifat nasional yang kuat - yang disebut avos', yang pada dasarnya adalah semangat adventurisme, mengandalkan kekuatan eksternal untuk memastikan kesuksesan. "Sungguh kontraproduktif untuk mencoba memberantas hal ini," kata Petr Pushkaryov, kepala analis di perusahaan keuangan TeleTrade. Banyak hal di Rusia bergantung pada prinsip ini, dan avos-lah yang telah membuat perkembangan ekonomi negara sangat tidak stabil, pikir sang pakar.

"Keyakinan kami lebih kuat dari perhitungan, kami sampai di sana karena avos', demikian pepatah terkenal yang sempurna mencerminkan kenyataan ini," Pushkaryov menjelaskan. “Ini adalah prinsip yang mendorong ekonomi dan, tentu saja, pada akhirnya menciptakan lingkaran setan. Seseorang merasa sulit untuk membuat rencana, karena semua orang tahu bahwa tidak mungkin untuk memprediksi nilai rubel setahun ke depan, bahwa tingkat inflasi yang rendah kemungkinan besar hanya bersifat sementara dan bahwa tabungan yang telah disimpan selama dekade terakhir dapat kehilangan nilainya, jika tidak diinvestasikan atau dihabiskan sekarang.”

Pushkaryov sendiri mengakui bahwa ia masih mempertimbangkan hal ini dalam pengelolaan uangnya dan ini adalah elemen dari avos' dengan tingkat kendali tertentu yang sering memainkan peran penting dalam hidupnya sendiri: “Dalam membeli apartemen dan banyak tiket pesawat, hal ini tidak pernah mengecewakan saya,” katanya.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki