E-Commerce Raksasa Senilai 13 Triliun Rupiah Akan Hadir di Rusia

Penjualan melalui e-commerce di Rusia mencapai 15 miliar dolar AS pada 2016, naik 20 persen dibanding tahun sebelumnya, menurut Asosiasi Perusahaan Retail Daring (AKIT).

Penjualan melalui e-commerce di Rusia mencapai 15 miliar dolar AS pada 2016, naik 20 persen dibanding tahun sebelumnya, menurut Asosiasi Perusahaan Retail Daring (AKIT).

Getty Images
Dua perusahaan Rusia, Yandex dan Sberbank, bekerja sama untuk membuat sebuah platform e-commerce yang akan membuka kesempatan bagi pemain-pemain internasional, seperti online shop dari Tiongkok. Berdasarkan laporan baru-baru ini, orang Rusia lebih memilih retail asing.

Banyak perusahaan di Rusia yang memonopoli industri namun tidak ada pemain besar di bidang e-commerce (jual beli barang dan jasa melalui sistem elektronik), seperti Amazon di AS atau Alibaba di Tiongkok. Sejak lama, Yandex.Market telah beroperasi sebagai tempat berkumpulnya online shop (toko daring) di Rusia, dan sebuah proyek ambisius dapat menjadikannya lebih hebat lagi.

Pada 9 Agustus, perusahaan tersebut mengumumkan sedang mengembangkan sebuah ekosistem e-commerce unggulan dengan Sberbank, bank terbesar Rusia. Kerja sama itu akan berdasarkan platform dari Yandex.Market, dan Sberbank berencana menginvestasikan sekitar 500 juta dolar AS (6,67 triliun rupiah). Proyek itu diperkirakan akan bernilai satu miliar dolar AS saat selesai dikerjakan, dan kedua pihak akan memiliki saham yang sama di dalamnya.

“Fasilitas pembayaran dan perbankan Sberbank akan membantu kami mengembangkan solusi pembayaran yang aman dan mudah di platform Yandex.Market, dan akan memungkinkan kami untuk memperkenalkan fitur-fitur baru, seperti pinjaman untuk konsumen,” kata Maxim Grishakov, CEO Yandex.Market.

Platform ini akan menciptakan kesempatan baru untuk pemain internasional dan memungkinkan konsumen untuk membeli produk dari berbagai sumber melalui satu situs web, kata Sberbank dalam keterangan resminya.

Penjualan melalui e-commerce di Rusia mencapai 15 miliar dolar AS pada 2016, naik 20 persen dibanding tahun sebelumnya, menurut Asosiasi Perusahaan Retail Daring (AKIT).

Yandex.Market adalah salah satu pemain terbesar di Rusia dengan 20 juta pengguna setiap bulannya, tapi mereka hanya mampu meraup 10 persen dari total pasar.

Pemain besar lain adalah Ozon dan Ulmart, namun begitu orang Rusia tetap lebih memilih retail dari luar: sepertiga pembelian online pada 2016 dilakukan di platform asing, dan, seperti yang diberitakan AKIT, 90 persen dari jumlah ini datang dari online shop asal Tiongkok. 

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.