Sanksi Barat Jadi Berkah bagi Pengusaha Rusia

Vitaly Orlov, salah satu pemilik perusahaan perikanan raksasa Karat Holding, telah mengumpulkan kekayaan sebesar satu miliar dolar AS.

Vitaly Orlov, salah satu pemilik perusahaan perikanan raksasa Karat Holding, telah mengumpulkan kekayaan sebesar satu miliar dolar AS.

Getty Images
Sanksi yang dijatuhkan oleh AS dan negara-negara Uni Eropa justru telah memicu lonjakan permintaan produk lokal dan menguntungkan pengusaha Rusia.

Larangan impor produk makanan asing yang ditetapkan Kremlin sebagai balasan terhadap sanksi Barat telah memicu lonjakan permintaan produk lokal. Berkat kebijakan ini pula, Bloombergmencatat munculnya seorang miliarder baru di Rusia.

Meskipun tak masuk dalam daftar pengusaha paling berpengaruh, Vitaly Orlov, salah satu pemilik perusahaan perikanan raksasa Karat Holding, telah mengumpulkan kekayaan sebesar satu miliar dolar AS atau lebih dari 13 triliun rupiah.

“Orlov telah membangun kekayaan yang luar biasa. Indeks Miliarder Bloomberg menilai kekayaan sang pengusaha sebesar satu miliar dolar AS. Ia mengambil keuntungan dari benturan perdagangan global dan sanksi balasan Vladimir Putin terhadap Barat. Meskipun 60 persen pemasukan bisnisnya berasal dari pasar luar negeri, perusahaan Orlov juga menerima lonjakan permintaan dari pasar domestik sebagai dampak dari kebijakan pembatasan impor pangan,” tulis Bloomberg.

Akibatnya, Norebo Holding, yang merupakan bagian dari Karat, mulai memasok kebutuhan pasar domestik, khususnya untuk memenuhi permintaan ikan makerel, haring, dan capelin (sejenis ikan kecil) yang sangat tinggi tanpa mengurangi volume ekspor mereka.

Orlov telah bekerja di industri perikanan sejak tahun 1993. Perusahaan pertamanya, Ocean Trawlers — bersama dengan Norebo yang kini bagian dari Karat — didirikan pada 1997. Orlov juga memimpin Armada Trawl Murmansk dan perusahaan Rybprominvest.