Mengapa Arab Tertarik Tingkatkan Investasi di Rusia?

Para lelaki Saudi tampak sedang berbicara di sebuah hotel di Jeddah.

Para lelaki Saudi tampak sedang berbicara di sebuah hotel di Jeddah.

Getty Images
Lembaga investasi pemerintah Kuwait menanamkan investasi tambahan sebesar 500 juta dolar AS dalam sejumlah proyek di Rusia. Dana Investasi Langsung Rusia (RFPI) kini menjadi mitra Kuwait. Menurut para ahli, investasi lembaga-lembaga keuangan pemerintah Arab di Rusia mengurangi risiko mereka dari penurunan harga minyak.

Lembaga investasi pemerintah Kuwait (Kuwait Investment Authority/KIA) menanamkan investasi tambahan sebesar 500 juta dolar AS ke dalam perekonomian Rusia. Kesepakatan tersebut telah ditandatangani pada 10 November dengan RFPI. Lembaga ini merupakan lembaga investasi khusus yang diciptakan oleh pemerintah pada tahun 2011 untuk menarik dana asing dalam sektor ekonomi Rusia yang berkembang dengan cepat.

Sebagai hasilnya, jumlah investasi Kuwait pada proyek-proyek di Rusia akan meningkat. Sebelumnya pada 2012, Kuwait telah menanamkan investasi sebesar 500 juta dolar AS. “Saat ini, RFPI merupakan lembaga pertama dan satu-satunya yang dalam kurun waktu empat tahun mampu menarik lebih dari 20 miliar dolar AS investasi jangka panjang dari berbagai instansi pemerintah Timur Tengah ke Rusia,” kata layanan pers RFPI kepada RBTH. Secara khusus, mitra RFPI antara lain adalah lembaga Mubadala dari Uni Emirat Arab, lembaga Mumtalakat dari Bahrain, Qatar Holding dari Qatar, dan Republic Investment Fund dari Arab Saudi.

 

Mengapa Minat Investasi Meningkat?

Secara umum, investor Arab tertarik berinvestasi di aset-aset Rusia karena rendahnya harga minyak. “Dana kesejahteraan nasional mereka memainkan peran penting sebagai penyelamat ekonomi,” kata Direktur Departemen Analitis “Okay Broker” Vladimir Rozhankovsky. Pada saat yang sama, menurutnya, instrumen investasi klasik, seperti bursa Barat, telah berhenti memberikan hasil yang tinggi. Devaluasi nilai rubel hingga setengahnya pada paruh kedua 2014 secara dramatis meningkatkan profitabilitas proyek-proyek industri di Rusia, demikian Pavel Salas dari eToro menambahkan. Menurutnya, penghasilan investasi di Rusia dalam jangka 5 – 7 tahun bisa mencapai 120 – 130 persen.

Penjelasan lain atas tingginya kegiatan investor adalah karena kepentingan strategis. “Dalam beberapa tahun terakhir, instansi investasi pemerintah Arab telah berinvestasi dalam proyek-proyek infrastruktur dan penyulingan minyak, yaitu pada industri yang berhubungan dengan pengolahan dan pengangkutan minyak yang mempengaruhi biaya produk akhir,” kata Denis Belyaev, seorang mitra Biro Hukum DS Law. Menurutnya, investor Arab menyadari perkiraan harga sumber daya energi Rusia. Karena itu, mereka dapat menyesuaikan harga bahan baku mereka sendiri.

 

Industri yang Menjanjikan

Lembaga-lembaga investasi Arab, karena dibatasi peraturan dalam agama, tidak bisa berinvestasi di sektor-sektor tertentu, seperti sektor perbankan dan instrumen pinjaman. Demikian hal tersebut diungkapkan Direktur Peringkat Regional Lembaga Rusrating Anton Tabah. Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa secara umum Arab berinvestasi dalam infrastruktur transportasi, konstruksi, pembangunan, dan perdagangan. “Investasi dalam infrastruktur dapat sangat bermanfaat dalam proyek global Tiongkok ‘Silk Road’, yang sebagian besar akan melalui wilayah Rusia,” kata Direktur Umum eTori Pavel Salas.

Investasi dalam proyek-proyek berteknologi canggih dan pembangunan perumahan juga populer. Hal ini disebabkan, pada segmen ini, indikator profitabilitas utama Rusia berada di atas rata-rata Eropa dengan kompetisi internal yang lebih rendah dan harga pokok yang lebih murah. Demikian diutarakan mitra pengelola Kirikov Group Daniil Kirikov.

Investasi Arab masuk ke Rusia hingga kemunculan Dana Investasi Langsung Rusia. Pada 2010, perusahaan milik negara Rostekhnologii bersama dengan operator pelabuhan Uni Emirat Arab Gulftainer Company mendirikan lembaga investasi di proyek-proyek infrastruktur senilai 500 juta dolar AS. Secara khusus, operator tersebut adalah salah satu dari pemilik terminal di Pelabuhan Ust-Luga. Tak lama, Rostekhnologii bersama dengan pengembang Damac Holding dari Uni Emirat Arab mendirikan instansi senilai 300 juta dolar AS untuk investasi dalam proyek-proyek perumahan mewah.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.