Putin: Kebebasan Ekonomi Adalah Prioritas di Timur Jauh

Presiden Rusia Vladimir Putin berpidato selama pembukaan Forum Ekonomi Timur pertama di Vladivostok (4/9).

Presiden Rusia Vladimir Putin berpidato selama pembukaan Forum Ekonomi Timur pertama di Vladivostok (4/9).

Mikhail Voskresenskiy/RIA Novosti
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebutkan bahwa ‘kebebasan ekonomi’ merupakan salah satu prioritas utama pemerintah di Timur Jauh. Secara khusus, investor tertarik dengan pelabuhan bebas Vladivostok dan sektor yang paling menjanjikan, seperti transportasi dan galangan kapal.

Salah satu prioritas utama pengembangan Timur Jauh adalah kebebasan ekonomi. Hal tersebut diumumkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dalam rapat pleno di Forum Ekonomi Timur, Rabu (4/9).

“Prioritas utama kami di Timur Jauh adalah kebijakan pengembangan sosial yang aktif di Timur Jauh, pembangunan infrastruktur transportasi dan pendidikan, dan tentu perluasan kebebasan ekonomi untuk investor domestik dan asing serta kondisi yang lebih baik untuk berbisnis,” kata sang pemimpin Rusia. Menurut Putin, untuk meraup investasi yang efisien, Timur Jauh harus berkompetisi dengan pusat-pusat bisnis terkemuka di dunia dengan percaya diri.

Presiden Rusia mengingatkan bahwa negara-negara di wilayah Pasifik, meski tengah dilanda berbagai masalah, masih menjadi mesin perekonomian dunia dan pasar barang dan jasa yang penting, sehingga penting bagi Rusia untuk mempererat hubungan dengan negara-negara tersebut.

 

 

Menarik Investor

Menurut Vladimir Putin, Rusia telah meloloskan peraturan yang mengizinkan pembangunan wilayah yang menjadi prioritas pembangunan dan pelabuhan bebas di Vladivostok, yang menjamin preferensi eksklusif bisnis, termasuk prosedur untuk menyeberangi perbatasan yang sudah difasilitasi, sementara penduduk mendapat hak khusus dalam asuransi dan pembayaran pajak.

Putin menyatakan bahwa para pebisnis Eropa, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang telah menunjukkan ketertarikan terhadap pelabuhan bebas tersebut. Untuk negara-negara Asia, pelabuhan tersebut merupakan jalan tercepat dan paling efektif untuk memasuki rute perairan internasional. Putin juga menyarankan untuk memperluas preferensi pelabuhan bebas itu ke pelabuhan Timur Jauh lainnya.

“Semua kebutuhan dasar untuk melakukan bisnis  harus kompetitif di TImur Jauh: akses ke sumber dana, serta biaya transportasi dan energi yang berkesinambungan.” Sang presiden menggarisbawahi bahwa biaya listrik merupakan masalah lama dan menyarankan pengembangan biaya yang menarik dan kompetitif bagi tiap wilayah secara terpisah, dan jika perlu menarik sumber pendanaan tambahan untuk menciptakan infrastruktur.

 

 

Sektor Prioritas

Sektor yang paling menarik bagi investor, menurut Putin, adalah galangan kapal, metalurgi, olahan kayu, sumber daya alam, transportasi, energi, layanan kesehatan, serta pariwisata. Rosneftgaz telah berinvestasi sebesar 60 miliar rubel (860 juta dolar AS) untuk memodernisasi galangan kapal Zvezda di wilayah Primorsky. Biaya modernisasi tersebut secara keseluruhan mencapai 146 miliar rubel (2,16 miliar dolar AS). Putin menjelaskan, perusahaan tersebut akan menjadi fondasi bagi klaster galangan kapal sipil modern, produksi teknologi kelautan, teknologi pengintaian, serta produksi dan dan transportasi hidrokarbon. Rosneft dan mitranya berencana berinvestasi dalam proyek Timur Jauh sebesar 1,3 triliun rubel (19,27 miliar dolar AS).

Basis Ilmiah

Presiden Rusia percaya bahwa cara lain mengembangkan Timur Jauh ialah membentuk jaringan pusat ilmiah di wilayah Asia Pasifik. Kolaborasi di bidang ilmiah dan pendidikan sangat penting. “Semua itu dapat menjadi pemicu pengembangan teknologi bagi semua negara di Pasifik,” kata Putin. Ia menegaskan bahwa Timur Jauh memiliki potensi ilmiah yang substansial. “Kami siap meluncurkan serangkaian inisiatif dalam bidang ini. Sebagai contoh, kami mengusulkan pembuatan platform riset raksasa seperti proyek Megascience, yang dapat membuat terobosan di bidang sains,” tutur Putin.

Laboratorium semacam itu, lanjut Putin, terkonsentrasi di Eropa. “Saya rasa ini saatnya menciptakn infrastruktur semacam jaringan untuk kerja sama ilmiah dan edukasi di wilayah Pasifk,” terang sang presiden.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.