Mengapa Rusia Mampu Menarik Dana Investasi dari Arab Saudi?

Foto: Reuters

Foto: Reuters

Public Investment Fund Arab Saudi (PIF) berinvestasi di Rusia sebesar sepuluh miliar dolar AS. Dengan begitu, investasi tersebut akan membuka pintu kerja sama dengan lembaga Dana Investasi Langsung Rusia. Para mitra kerja telah memilih tujuh proyek hingga akhir 2015 dan mereka berencana meningkatkannya menjadi sepuluh proyek.

Investasi sebesar sepuluh miliar dolar AS oleh PIF ditujukan untuk membangun kerja sama dengan Dana Investasi Langsung Rusia. Lembaga ini merupakan lembaga negara yang mengendalikan berbagai dana investasi yang ditujukan untuk mendukung proyek-proyek yang menjanjikan di Rusia. Hal ini diumumkan CEO Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev pada surat kabar bisnis Rusia Vedomosti. Menurut Dmitriev, dana tersebut akan diinvestasikan selama empat sampai lima tahun. Tak lupa, ia mengingatkan fakta bahwa pada 2014 investasi asing langsung di Rusia mencapai 21 miliar dolar AS, dan investasi dari Arab berjumlah setengah dari jumlah tersebut.

Pencarian Proyek

Menurut Dmitriev, mitra-mitra tersebut telah memilih tujuh proyek. Namun, sampai dengan akhir 2015 mereka merencanakan untuk meningkatkan jumlah proyek tersebut hingga sepuluh proyek. Saat ini, proyek-proyek tersebut belum dapat dipublikasikan, tapi sebagian besar dana akan digunakan dalam pembangunan infrastruktur, pertanian, ritel, perawatan kesehatan dan perumahan.

Di antara proyek yang tengah dipertimbangkan adalah proyek jalan lingkar tengah di sekitar Moskow dan rekonstruksi pelabuhan Taman di Rusia Selatan. Sebelumnya, Arab Saudi bersedia berinvestasi pada perusahaan-perusahaan Tatarstan untuk budidaya gandum dan jelai (padi-padian, sejenis serealia untuk pakan ternak, penghasil malt, dan sebagai makanan kesehatan). Kini, mereka telah sampai pada tahap penandatanganan kontrak kerja sama.

Sebagaimana yang dijelaskan Dmitriev, pertemuan Putra Mahkota Salman bin Muhammad dengan Presiden Vladimir Putin dalam Forum Ekonomi Internasional di Sankt Petersburg (SPIEF) pada pertengahan Juni lalu mempengaruhi banyak investor. Menurut analis GB (Forex Club) Irina Rogova, Menteri Perminyakan Arab Saudi menyampaikan pidato penting pada forum di Sankt Petersburg tersebut. Menurut sang menteri, Arab Saudi memiliki cadangan kapasitas produksi dalam jumlah sekitar 1,5 – 2 juta barel per hari dan mereka siap untuk meningkatkan jumlah tersebut seiring dengan meningkatnya permintaan. Menurut Rogova, kontak serius antara kepemimpinan Rusia dan Arab untuk pertama kalinya dapat diamati.

Tren Jangka Panjang

Menurut analis investasi perusahaan FINAM Anton Soroko, motif di balik keputusan Arab Saudi tersebut sepenuhnya adalah bersifat komersial. "Ekonomi Rusia pernah menderita selama lima sampai tujuh tahun terakhir karena penarikan arus modal asing. Kini, modal itu diperlukan untuk menghentikan resesi dan keluar menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Soroko.

Menurutnya, dengan memperhatikan kurangnya investasi di Rusia, mereka dapat mengambil laba jauh lebih besar di atas rata-rata. Sebagaimana yang diyakini Irina Rogova, Dana Investasi Langsung Rusia telah membangun kemitraan serupa dengan beberapa yayasan pendanaan dari Arab. Menurut sang pakar, Russian Fond telah membuat kesepakatan dengan Kuwait Investment Authority, Mubadala dari Uni Emirat Arab, dan Departemen Keuangan Abu Dhabi agar mereka menginvestasikan masing-masing 500 juta dolar AS, dua miliar dolar AS, dan lima miliar dolar AS. Dana-dana tersebut akan disalurkan secara otomatis pada proyek-proyek yang telah dipilih oleh Russian Fund. Secara keseluruhan, sekitar 40 persen dari setiap transaksi dibayarkan oleh para investor asal Timur Tengah. Selain itu, kontrak kerja sama telah ditandatangani dengan dana Mumtalakat dari Bahrain dan Qatar Holding dari Qatar.

 

Sebelumnya dalam rangkaian forum ekonomi Kazan Summit, Presiden Republik Tatarstan Rustam Minnikhanov menjelaskan, di daerah Rusia, seperti Tatarstan, yang mayoritas warganya adalah muslim, pendanaan syariah akan membantu perusahaan Rusia untuk mengompensasikan kekurangan dana akibat memburuknya hubungan politik antara Rusia dan Barat, ditambah konsekuensi atas jatuhnya minat bank-bank Barat kepada nasabah dari Rusia. "Negara-negara muslim tidak menyetujui upaya Barat untuk mengisolasi Rusia di arena internasional. Perkembangan terbaru dari ekonomi global menunjukkan bahwa perbankan syariah dapat melawan krisis global dan mampu melengkapi sistem keuangan global," katanya.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.