Rusia Cari Pengganti Pinjaman dari Barat dengan Sistem Keuangan Syariah

Foto: Reuters

Foto: Reuters

Sistem keuangan Syariah akan membantu perusahaan Rusia mengompensasi kekurangan pendanaan akibat mendinginnya hubungan Rusia dan Barat. Beberapa bank Rusia tertarik dengan sistem keuangan Syariah, termasuk bank terbesar Rusia, Sberbank.

Sistem keuangan Syariah akan membantu perusahaan Rusia mengompensasi kekurangan pendanaan akibat mendinginnya hubungan Rusia dan Barat, serta konsekuensi dari penurunan jumlah bunga yang dimanifestasikan bank Barat terhadap peminjam dana dari Rusia. Pengumuman tersebut disampaikan dalam Forum Kazan Summit oleh Rustam Minnikhanov, Presiden Tatarstan, sebuah wilayah di Rusia yang didominasi oleh umat Islam.

"Negara muslim tak ikut mengisolasi Rusia di arena internasional, dan situasi terkini dalam perekonomian dunia menunjukkan bahwa bank Syariah berhasil membantu melawan krisis global serta menyokong sistem keuangan dunia," terang Minnikhanov. Ia juga menyebutkan bahwa dukungan tersebut tak berarti dapat menggantikan pinjaman dari Barat secara menyeluruh, namun dapat memberi instrumen keuangan yang signifikan bagi perusahaan Rusia. Berdasarkan kalkulasi terbaru IMF, pada akhir 2015 jumlah dana dari sistem keuangan Syariah di dunia akan mencapai 3,4 triliun dolar AS.

Skema Alternatif

"Keuangan Syariah semakin berpengaruh di tengah krisis dunia, karena semua operasi dalam skema ini dikonfirmasi oleh kehadiran uang yang nyata, sementara investasi menjadi lebih aman dan tak berisiko," terang Sekretaris Ekonomi dan Komersil Qatar Sultan Al-Khater. Secara khusus, berdasarkan ketentuan perbankan Islam, mereka juga tak bisa menerapkan bunga pinjaman dalam operasi keuangan, dan menerima pinjaman berarti menukar sebuah komoditas untuk hal lain.

Presiden Islamic Development Bank Ahmad Mohamed Ali Al-Madani menjelaskan, "Keuangan Syariah secara alamiah berkaitan dengan aktivitas perekonomian yang nyata, oleh karena itu skema ini dapat mengoptimalkan sumber dana internasional." Ia juga menyebutkan bahwa konsep untuk membagi risiko dalam perbankan Islami mendorong terciptanya praktik keuangan yang sehat. "Dalam sistem keuangan Syariah, transaksi harus berkaitan dengan investasi riil, yang membantu menghindari spekulasi dan ketidakstabilan terkait hal tersebut." Menurut Al-Madani, skema ini menarik baik bagi muslim maupun non-Muslim. Secara khusus, obligasi yang diterbitkan berdasarkan hukum Syariah juga dibeli oleh negara-negara non-muslim seperti Inggris dan jumlah obligasi Syariah di seluruh dunia mencapai 120 miliar dolar AS. "Tatarstan dapat menjadi wadah keuangan Islami di Rusia," kata Al-Madani.

Klik  untuk mengaktifkan subtitle bahasa Indonesia

 

 

Contoh Pertama

Menurut Rustam Minnikhanov, bank Rusia saat ini telah menunjukkan ketertarikan pada sistem keuangan Syariah. Hal tersebut juga ditunjukkan oleh bank terbesar di Rusia, Sberbank. Salah satu pendukung pengembangan perbankan Syariah di Rusia adalah Kepala Lembaga Pinjaman Dana sekaligus mantan Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia, German Gref. "Kita masih menghadapi masalah terkait pajak, kurangnya jumlah personil yang memenuhi kualifikasi, namun kami bekerja sama dengan pemerintah Rusia dan bisa membuat proses menjadi lebih dinamis," kata Presiden Tatarstan. Salah satu contoh nyata adalah bank terbesar di Tartastan, AK Bars, yang telah menerapkan sistem keuangan berdasarkan peraturan Syariah. Selain itu, pada Januari 2015 lalu Alliance Insurance Company mulai menjual produk asuransi Syariah, Khalal Invest.

Minnikhanov juga menjelaskan pada RBTH bahwa pengembangan perbankan di Rusia harus disepakati di level federal dan tak perlu membuat zona keuangan khusus di Tatarstan. "Kazan Summit harus bisa mengubah sikap warga Rusia dan wilayah Rusia terhadap keuangan Syariah, dan itu adalah misi kami," kata Minnikhanov menyimpulkan. Secara khusus, Kepala Bank Sentral Rusia Elvisa Nabiullina telah bertemu dengan Ahmad Mohamed Ali Al-Madani, Senin (15/6).

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.