Bagaimana Perkembangan Industri Halal di Rusia?

Aidar Gazizov. Foto: Press Photo

Aidar Gazizov. Foto: Press Photo

Pasar industri halal Rusia mengalami ledakan positif yang mencengangkan. RBTH berbincang dengan Direktur Jenderal Pusat Internasional untuk Standarisasi dan Sertifikasi Halal Dewan Mufti Rusia Aidar Gazizov mengenai perkembangan industri yang tergolong baru ini di Rusia.
Direktur Jenderal Pusat Internasional untuk Standarisasi dan Sertifikasi Halal Dewan Mufti Rusia Aidar Gazizov. Foto: Press Photo

RBTH (R): Apa yang harus dilakukan sebuah lembaga untuk menerima sertifikat halal di Rusia?

Aidar Gazizov (A.G.): Proses mendapatkan sertifikat halal ini tidak rumit. Pertama, lembaga tersebut harus memenuhi semua standar kebersihan yang berlaku di Rusia dan secara internasional. Kedua, selama proses sertifikasi kami akan menyampaikan peraturan dan syarat-syarat pemberian status halal, serta melakukan analisis produksi secara menyeluruh.

Pada tahap awal, mitra kami akan mempelajari proses teknologi, serta bahan mentah dan bahan baku yang digunakan. Kami memberi perhatian khusus pada industri yang memproduksi olahan daging: seluruh proses pembunuhan binatang atau unggah harus dilakukan secara manusiawi dan sesuai dengan Hukum Islam. Pakar dari Pusat Sertifikasi Halal memastikan mereka mengikuti semua regulasi tersebut.

R: Apakah proses penerbitan sertifikat halal di Rusia berbeda dengan di negara lain?

A.G.: Proses penerbitan sertifikat halal di Rusia tak berbeda dengan di negara lain. Kami telah membina hubungan yang baik dengan organisasi dunia terkemuka, mempelajari pengalaman negara lain seperti Malaysia, Turki, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Indonesia, dan lain-lain. Saat ini, kami berencana menciptakan standar halal terpadu. Banyak perusahaan yang telah kami sertifikasi berhasil masuk ke pasar di negara-negara Islam.

Saat ini, lebih dari 150 produsen dan perusahaan Rusia telah mendapat sertifikasi halal. Perlu dicatat bahwa halal tak hanya berhubungan dengan makanan, tapi juga sektor seperti turisme, bisnis perhotelan, obat-obatan, serta layanan keuangan.

R: Layanan halal apa yang paling diminati di Rusia? Secara khusus, seberapa sukses perbankan Syariah di Rusia?

A.G.: Standar internasional produk keuangan yang sesuai dengan hukum Syariah telah diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia. Namun, pakar dan Departemen Ekonomi dari Dewan Mufti Usia harus menyelesaikan banyak hal terkait implementasi layanan tersebut. Baru-baru ini, pengembangan sertifikasi halal di bisnis perhotelan terbilang sukses. Omzet tahunan pasar pariwisata halal diperkirakan lebih dari 125 miliar dolar AS dan volumenya mencapai 12,3 persen dari pariwisata outbond dunia. Salah satu tujuan kami adalah meningkatkan kemampuan bersaing produsen Rusia, untuk membantu poduksi halal domestik memasuki pasar internasional, dan di sini dukungan pemerintah sangatlah penting.

R: Apakah Rusia sudah membangun kerja sama industri halal dengan negara lain?

A.G.: Kami memiliki hubungan baik dengan negara-negara Islam, termasuk dari Arab. Kami menggelar pertemuan rutin dengan kedutaan dan kementerian negara-negara tersebut. Pada Juli 2014, Dewan Mufti Rusia mendapat akreditasi dari Kementerian Lingkungan dan Sumber Daya Air Uni Emirat Arab, sehingga produsen Rusia dapat mencari pasar potensial di Timur Tengah.

Kualitas ekspor produksi halal Rusia membuka kesempatan baru bagi sektor industri dan agraris Rusia yang tengah berkembang. Kami telah memberi sertifikasi bagi rantai restoran 'Kazan' di Uni Emirat Arab, yang menjadi bukti bahwa sertifikasi halal Rusia diakui secara internasional. Selain itu, salah satu pencapaian penting Dewan Mufti Rusia adalah memberi sertifikasi kafetaria halal bagi atlet di Olimpiade Musim Dingin 2014 di Sochi.

Baca juga: Masjid Yardem, ‘Pertolongan’ bagi Muslim Tunanetra Rusia >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.