Pemerintah Rusia Umumkan Bantuan Keuangan ‘Super’ untuk Sukhoi Superjet 100

Pesawat Sukhoi Superject 100 (SSJ-100) di Bandara Domodedovo, Moskow, 26 Februari 2015. Foto: Ramil Sitdikov / RIA Novosti

Pesawat Sukhoi Superject 100 (SSJ-100) di Bandara Domodedovo, Moskow, 26 Februari 2015. Foto: Ramil Sitdikov / RIA Novosti

Pemerintah Rusia telah mengumumkan paket bantuan keuangan untuk mendukung industri penerbangan sipil domestik sehubungan dengan krisis ekonomi yang tengah melanda Rusia. Pabrik pesawat sipil pertama Rusia (sejak bubarnya Uni Soviet) akan menerima suntikan dana dari pemerintah dalam jumlah yang fantastis.

Wakil Menteri Industri dan Perdagangan Rusia Andrei Boginsky mengumumkan pada Jumat (24/4) lalu bahwa pemerintah akan mengalokasikan dana sebesar 27 miliar rubel (524 juta dolar AS) dari anggaran negara untuk menyokong perusahaan penyewaan pesawat Rusia, dan seratus miliar rubel (1,9 miliar dolar AS) rekapitalisasi untuk pabrik pesawat United Aircraft Corporation (UAC) akan diberikan pada Sukhoi Civil Aircraft Company (SCAC), produsen pesawat SSJ-100 yang juga dikenal sebagai Superjet 100.

Boginsky menjelaskan, keputusan tersebut diambil sejak akhir Maret lalu, dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, guna mendukung industri penerbangan sipil. Dengan suntikan dana tersebut, pemerintah menargetkan produsen pesawat bisa membuat sekitar 50 pesawat dalam tiga tahun ke depan.

Kelak, pesawat tersebut akan disewakan bagi maskapai Rusia, dan pemerintah akan memastikan tarif sewa yang dapat diterima. Menurut Boginsky, kriteria untuk alokasi dana belum ditentukan, namun prioritas akan diberikan pada perusahaan yang telah bergerak dalam bidang transportasi regional.

Dukungan Vital untuk SSJ-100

Narasumber ahli yang diwawancarai Kommersant menyebutkan bahwa jumlah dana yang fantastis untuk UAC, khususnya proyek SSJ-100—pesawat sipil pertama yang dirancang di Rusia sejak runtuhnya Uni Soviet—sangat dibutuhkan untuk mendukung produksi pesawat ini dalam kondisi krisis. Menurutnya, proyek ini sendiri telah memakan dana miliaran dolar.

Salah seorang narasumber dari maskapai regional Rusia menerangkan pada Kommersant bahwa tak ada pesawat transportasi regional Rusia yang dapat menggantikan SSJ-100, baik dari sudut pandang finansial, teknis, maupun ekonomi. Pesawat regional pada umumnya memiliki 70 kursi penumpang, sementara SSJ-100 memiliki 98 kursi. Ia menilai tawaran pinjaman SSJ-100 pada maskapai Rusia dapat meningkatkan minat terhadap pesawat tersebut secara signifikan.

Pakar independen dalam bidang aviasi Andrei Kramarenko berpendapat, dukungan fantastis untuk industri aviasi sipil yang belum pernah diberikan sebelumnya ini berkaitan erat dengan fakta bahwa SSJ-100 merupakan salah satu kendaraan buatan Rusia yang dapat dipamerkan baik di dalam maupun di luar negeri sebagai ‘pencapaian besar industri domestik Rusia’.

Apa yang Didapatkan Perusahaan Lain?

Dengan alokasi seratus miliar rubel untuk UAC, dapat dikatakan industri aviasi sipil Rusia menerima bantuan dana terbesar dari negara dibanding perusahaan produsen mesin lain di Rusia.

Sebagai contoh, industri otomotif hanya mendapat 28,5 miliar rubel (553 juta dolar AS) lewat program daur ulang dan program pinjaman mobil. Produsen mobil dan tank terbesar Rusia, Uralvagonzavod, diperkirakan akan mendapat bantuan dana pemerintah sebesar 105 miliar rubel (dua miliar dolar AS), namun alokasi dana tersebut belum disetujui.

Pabrik lain juga meminta bantuan dana dengan jumlah puluhan miliar rubel. Bagi sejumlah industri, misalnya produsen kapal atau industri alat mesin, mereka mendapat bantuan dana di bawah program yang telah disepakati sebelum perekonomian Rusia memasuki fase krisis.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia di Kommersant.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.