Enjoy It: Inovasi Baru Industri Hadiah di Ibu Kota, Alternatif Bingkisan bagi Orang Tercinta

PT Enjoy Your Life didirikan oleh Julia Shishiskina (kiri) dan Anna Glagoleva, dua orang warga Rusia yang jatuh cinta pada Indonesia. Foto: Enjoy It.

PT Enjoy Your Life didirikan oleh Julia Shishiskina (kiri) dan Anna Glagoleva, dua orang warga Rusia yang jatuh cinta pada Indonesia. Foto: Enjoy It.

Pasar Indonesia yang terus berkembang semakin menarik minat warga Rusia untuk berbisnis di negara kepulauan terbesar di dunia ini. Hal tersebut diakui oleh Julia dan Anna, pemilik perusahaan PT Enjoy Your Life yang menawarkan inovasi baru dalam industri hadiah di Jakarta. Seperti apakah bisnis inofatif yang dijalankan mereka dan tantangan apa saja yang dialaminya sebagai warga negara asing selama menjalankan usahanya di Jakarta?

Pernahkah Anda merasa bingung dalam memilih hadiah untuk seseorang yang spesial? Atau mungkin Anda merasa tidak yakin dengan hadiah yang Anda pilih untuk diberikan? Jika begitu, tahukah Anda bahwa kini Anda tidak perlu repot lagi dalam memilah-milih hadiah karena si penerima hadiah dapat menentukan sendiri apa yang mereka inginkan.

PT Enjoy Your Life yang didirikan oleh Julia Shishiskina dan Anna Glagoleva, dua orang warga Rusia yang jatuh cinta pada Indonesia, menjawab segala kebingungan Anda dalam mencari hadiah, dengan sebuah kartu hadiah (voucher) yang unik. Perusahaan yang bergerak dalam industri inovasi hadiah ini menciptakan produk yang benar-benar baru—kombinasi dari berbagai kegiatan dan pengalaman yang berbeda, yang dapat Anda berikan kepada orang-orang tercinta sebagai bingkisan spesial. Berikut adalah wawancara RBTH Indonesia bersama Julia dan rekannya, Anna.

RBTH: Bagaimana Anda bisa berada di Indonesia? Kenapa Anda justru menjadikan Indonesia sebagai pilihan hidup?

Julia Shishkina: Saya pertama kali datang ke Indonesia untuk menjalankan program penguasaan bahasa Indonesia bagi diplomat di kota Yogyakarta. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang saya pelajari selama saya kuliah di Akademi Diplomatik Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia dulu.

Setelah lulus dari akademi tersebut, saya memutuskan akan melanjutkan pembelajaran mengenai Indonesia dan bahasanya karena Indonesia sangat menarik. Saya melihat sejumlah peluang besar dalam pengembangan hubungan bilateral antara kedua negara di masa depan.

Saya tinggal di Indonesia selama dua tahun. Saya memilih negara ini sebagai rumah kedua dan sekaligus sebagai tempat untuk mengembangkan bisnis. Saya dapat melakukan sebagian besar pekerjaan saya dari jarak jauh. Saya juga mempunyai mitra yang dapat saya percaya untuk menjalankan bisnis saya di Indonesia. Kini, saya datang ke Indonesia hanya untuk urusan bisnis saja. Bagi saya, selalu menjadi hal yang menyenangkan datang ke negara yang hangat dan penuh senyum ini.

Anna Glagoleva: Sebagian besar kenalan saya kebetulan berada di Indonesia. Ini semua terjadi begitu saja, tanpa direncanakan, dan begitu pula dengan saya. Saya belajar bahasa Indonesia di Institut Ketimuran Russian Academy of Sciences, dan saya baru mengerti apa Indonesia itu sesungguhnya ketika saya tiba di negara tersebut untuk menjalani kursus bahasa. Saya datang, paham, dan jatuh cinta kepada negara ini. Kini saya sudah tinggal di Indonesia selama lima tahun.

RBTH:Apakah Anda pernah memiliki pengalaman berbisnis sebelumnya? Apa yang Anda lakukan sebelum program Enjoy It ini berlangsung?

Julia: Sebelum saya membuka bisnis di Indonesia, saya mempunyai pengalaman berbisnis, baik di Rusia maupun di Indonesia. Di Rusia, saya pernah menjadi seorang manajer pengembangan di salah satu perusahaan konstruksi. Sementara di Indonesia, saya pernah menjabat sebagai direktur pengembangan di salah satu perusahaan IT dan di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang diagnosis teknis dan tenaga ahli keselamatan industri fasilitas produksi yang berbahaya di wilayah Indonesia.

Anna: Saya belum pernah memiliki pengalaman berbisnis sendiri secara khusus, tapi saya mempunyai pengalaman yang mendekati (berbisnis -red.), yaitu di bidang perdagangan di Indonesia. Saya pernah menjadi manajer dalam proyek toko Matryoshka, yang memperkenalkan masyarakat Indonesia kepada cinderamata tradisional khas Rusia.

RBTH:Bagaimana cara Anda menjual produk Anda? Tantangan apa saja yang Anda hadapi?

Biasanya, kita akan memutar otak untuk mencari hadiah apa yang disukai seseorang, apa yang harus kita hadiahkan untuknya. Foto: Enjoy It

Enjoy It: Kami mempunyai toko online yang menjadi media untuk menyebarkan informasi mengenai kami di dunia maya. Produk kami juga dipasarkan di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, di toko Matryoshka. Selain itu, kami juga rutin mengikuti pameran-pameran dan bazar, sehingga kami dapat berhubungan langsung dengan para pembeli dan menyebarkan informasi mengenai kami.

Dalam kasus ini, tantangan terletak pada cara menjelaskan pada masyarakat—secara sederhana—mengenai apa yang sebenarnya kami tawarkan. Belum ada produk yang menyerupai produk kami di pasar Indonesia. Oleh karena itu, tugas utama kami adalah berusaha semaksimal mungkin menyampaikan ide produk yang kami jual kepada masyarakat. Ketika ide itu sudah dipahami, produk kami akan selalu disambut dengan positif!

RBTH: Seperti apa bisnis start up yang Anda jalankan saat ini?

Enjoy It: Biasanya kita akan memutar otak untuk mencari hadiah apa yang disukai seseorang, apa yang harus kita hadiahkan untuknya. Kemudian muncul ide: kenapa tidak kita berikan hadiah kepada seseorang yang berisi satu set penuh hal-hal yang mengesankan? Nantinya, orang itu sendirilah yang memilih apa yang dia mau.

Intinya, itu adalah sebuah kartu hadiah. Tentunya, kartu itu dibungkus dalam bentuk kotak hadiah bewarna merah cerah. Di setiap kotak terdapat sejumlah kecil koleksi hal-hal yang mengesankan. Kartu tersebut memberikan peluang bagi para penerima hadiah untuk memilih aktifitas mengesankan apa yang dia inginkan. Aktivitas itu bisa saja berupa terapi spa, pengambilan foto dengan fotografer profesional, perjalanan menunggang kuda, latihan yoga dan menari secara eksklusif, konsultasi penampilan diri, kencan romantis, dan lain-lain. Dari daftar kegiatan tersebut, si penerima hadiah dapat memilih sendiri apa yang paling dia sukai. Itulah "nilai jual" utama dari produk ini.

RBTH:Bagaimana Anda memulai bisnis ini dan siapa pencetus ide tersebut?

Kenapa tidak kita buat alternatif lain, sesuatu yang baru, bagi masyarakat Jakarta dengan hadiah-hadiah yang tidak biasa tersebut? Foto: Enjoy It

Enjoy It: Setelah bekerja beberapa tahun di Jakarta, kami mulai memahami pasar lokal. Kecintaan kami terhadap Indonesia pun semakin tumbuh tanpa batas hingga muncul keinginan untuk mendirikan bisnis kecil-kecilan, yang akan menjadi suatu hal baru—sesuatu yang tidak biasa—bagi pasar di Jakarta.

Di Eropa, Rusia, dan AS, proyek serupa sudah ada dan toko-toko yang menjual produk semacam ini hampir bisa ditemukan di setiap pusat perbelanjaan besar. Toko itu diberi nama "Gift Experience" atau "Experience Days". Kami sendiri sering menghadiahi hal tersebut kepada orang-orang dekat kami di Rusia.

Dari situlah kami pun memutuskan, kenapa tidak kita buat alternatif lain, sesuatu yang baru, bagi masyarakat Jakarta dengan hadiah-hadiah yang tidak biasa tersebut? Dalam riset kami, ditemukan bahwa di Jakarta banyak sekali tempat-tempat yang menarik dan mengesankan. Namun, ternyata hanya sedikit saja yang mengetahui hal tersebut dan terlebih lagi, mereka tidak dapat "membungkusnya" sebagai hadiah.

Semua persiapan ini dilaksanakan secara bersamaan. Mulai dari pencarian aktifitas-aktifitas yang mengesankan dan menarik, negosiasi dengan mitra usaha, peluncuran perusahaan, hingga perancangan situs perusahaan. Semua itu dilakukan dengan upaya yang maksimal. Kami memulai bisnis ini dengan waktu dan anggaran yang terbatas, bahkan tanpa adanya investor. Oleh karena itu, kami harus bertindak cepat dan tepat.

RBTH:Kenapa Anda memilih untuk memulai bisnis ini di Indonesia?

Enjoy It: Ada beberapa alasan untuk itu. Investasi yang dibutuhkan dan persaingan di pasar Indonesia lebih kecil dibandingkan dengan di Rusia. Saat kami memutuskan untuk membuka bisnis ini, pada saat itu pula kontrak kerja saya habis. Selain itu, setelah mempelajari bahasa Indonesia dan mendapatkan pengalaman yang cukup di negara ini, kami tidak ingin kehilangan pengetahuan yang sudah didapat begitu saja.

Indonesia adalah pasar berkembang yang sangat menjanjikan, terutama di sektor jasa. Pemerintah berusaha memperbaiki iklim investasi di negara ini dan menciptakan kondisi yang lebih baik bagi perkembangan bisnis.

RBTH:Secara hitung-hitungan kasar, kira-kira berapa investasi yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ini?

Seorang pembeli: "Memberikan hadiah dalam bentuk pilihan aktivitas memang hal baru dan unik di Indonesia. Saya penasaran seperti apa produk ini, lalu saya beli satu kotak untuk dijadikan hadiah untuk pacar saya. Ternyata dia sangat menyukai hadiah ini." Foto: Enjoy It

Enjoy It: Untuk bisnis ini kami mulai dengan modal sebesar 10.000 dolar AS. Jika Anda tidak mempunyai kontak dan kenalan yang dibutuhkan untuk memulai bisnis itu, jumlah investasi bisa naik tiga kali lipat. Untuk warga Indonesia sendiri, bisnis ini dapat dimulai dengan modal sekitar 5.000 dolar AS. Namun, tentu saja semua bergantung dari bisnis itu sendiri.

RBTH:Kesulitan apa saja yang muncul ketika Anda menjalankan bisnis ini di Indonesia?

Enjoy It: Kesulitan dalam membuka bisnis di Indonesia hanya terletak pada urusan registrasi. Ini karena peraturan dan undang-undang di Indonesia kerap berubah dan kami juga harus mengubah banyak hal dalam waktu yang singkat.

RBTH:Apa perbedaan bisnis di Indonesia dengan di Rusia?

Enjoy It: Di Rusia, semua hal dilakukan dengan jelas. Keputusan bisa diambil segera, sehingga hasil bisa didapat lebih cepat. Di sini, terutama dalam bisnis skala besar, sangat banyak pembicaraan. Orang-orang lebih berhati-hati, dan itu menyebabkan proses kerja menjadi lebih lambat.

RBTH:Apa rencana pengembangan bisnis Anda dalam waktu dekat?

Enjoy It: Ketika muncul hal baru, orang-orang selalu menanggapi itu dengan hati-hati. Kami ingin berbagai cerita dan kesenangan, bahwa sekarang di Jakarta kita dapat memberikan hal-hal berkesan kepada orang-orang yang kita sayangi.

Belum lama ini kami mengikuti bazar Natal. Ada yang baru melihat produk ini pertama kali dan sangat terkejut setelah mencobanya. Ada pula yang sudah pernah melihat hal serupa di Eropa dan merasa senang bahwa produk semacam ini telah muncul di Jakarta. Sekarang kami sudah mempunyai pembeli tetap. Ada yang membeli sejumlah produk kami secara berturut-turut untuk saudara dan teman-temannya.

Dalam waktu dekat, kami mempunyai rencana yang ambisius. Kami berencana untuk terus mengikuti pameran-pameran dan bazar yang ada, menyelenggarakan perlombaan di jejaring sosial, membuka lagi dua gerai toko—saat ini, produk kami bisa didapatkan tidak hanya melalui situs saja, tetapi bisa pula didapatkan di toko Matryoshka di Mal Kota Kasablanka—dan kami juga berencana untuk memulai kerja sama di Bali.

RBTH:Apa yang dapat Anda sarankan kepada para pebisnis muda yang berencana untuk berbisnis di Indonesia?

Enjoy It: Bagi para pebisnis muda, kami dapat menyarankan untuk, pertama, datang dan tinggallah di Indonesia serta membangun jaringan, sebab hal tersebut dapat menurunkan risiko dan pengeluaran secara signifikan. Kami juga menyarankan untuk lebih sabar menjalankan bisnis sebab semua hal di Indonesia berjalan lebih lambat dibandingkan di Rusia. Mereka juga perlu lebih cermat dalam memilih mitra bisnis meskipun orang-orang di sini terkesan sangat terbuka dan murah senyum.

Mau mendiskusikan artikel ini? Silakan ikuti diskusi di halaman Facebook kami. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.