Dinilai Pasar Asia Lebih Menguntungkan, Rusia Geser Dominasi Timur Tengah Sebagai Pemasok Minyak Mentah

Rusia telah menggeser pesaing utamanya dalam pasar minyak mentah, yaitu Arab Saudi. Kredit: Legion-Media

Rusia telah menggeser pesaing utamanya dalam pasar minyak mentah, yaitu Arab Saudi. Kredit: Legion-Media

Pada akhir tahun 2014 lalu, volume pengiriman minyak mentah Rusia ke pasar Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan tumbuh sebesar 10 juta ton. Pangsa pasar Rusia pun naik dari 7,2 persen menjadi 8,7 persen. Dengan demikian, Rusia telah menggeser pesaing utamanya: Arab Saudi.

Bloomberg melaporkan, pangsa pasar Arab Saudi dalam pasar minyak mentah di wilayah Asia telah berkurang sebesar dua persen—dari 26 persen menjadi 24 persen. Bersamaan dengan hal tersebut, negara-negara Arab juga telah kehilangan pangsa pasar minyak mentah mereka di wilayah Asia Pasifik.

Qatar telah mengurangi pengiriman minyak mentah mereka menjadi 7,4 persen, sedangkan Kuwait masih mampu mempertahankan volume pengiriman mereka di level yang sama. Namun, hal itu tetap membuat pangsa pasar mereka di Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan turun dari 7,2 persen menjadi 7 persen.

Sementara, pengiriman minyak mentah dari Rusia telah bertambah hingga 51 juta ton. Dalam lima tahun mendatang, para pakar memperkirakan arus minyak Rusia ke Tiongkok dapat meningkat sebesar 15-20 juta ton.

Rusia telah memperkuat kebijakan perubahan orientasi perdagangan mereka akibat memburuknya hubungan diplomasi Rusia dengan Barat. Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan adalah negara-negara yang masuk daftar prioritas Rusia. Potensi pertumbuhan ekonomi ketiga negara tersebut lebih besar beberapa kali lipat dibandingkan negara-negara Barat sehingga memberikan jaminan terhadap meningkatnya kebutuhan sumber energi di masa depan.

"Rusia sudah lama tertarik dengan pasar di Asia karena di sana mereka siap membayar untuk sumber energi lebih besar dibandingkan di Barat. Rata-rata di pasar Asia, harga per barel minyak lebih tinggi lima dolar AS," terang analis perusahaan broker FBS Kira Yukhtenko.

Negara-negara Asia juga tertarik menjalin hubungan kerja sama jangka panjang dengan Rusia. Yukhtenko mengatakan, dari sudut pandang politik internasional, Rusia merupakan mitra yang lebih dapat diandalkan dibandingkan dengan negara-negara teluk yang memiliki hubungan erat dengan AS.

Para pakar yang diwawancarai RBTH menyebutkan, impor minyak dari Rusia melalui jalur darat dapat mengurangi ketergantungan Tiongkok terhadap pengiriman minyak lewat jalur laut dari Timur Tengah, yang pengirimannya selama ini sering dikhawatirkan terhambat akibat faktor cuaca oleh Pemerintah Tiongkok.

"Negara-negara Asia juga lebih diuntungkan dengan adanya persaingan di antara pemasok minyak. Hal tersebut dapat membuat Tiongkok memperoleh harga kontrak pembelian minyak yang lebih baik," tambah Kepala Divisi Analisis FBS Elizaveta Begulina.

Agar tetap bisa bersaing, Arab Saudi juga sudah menawarkan potongan harga yang signifikan bagi para konsumen Asia. Perusahaan migas milik negara Saudi Arabian Oil Co. telah menurunkan harga resmi minyak jenis Arab Light pada pengiriman bulan Maret ke Asia sebesar 90 sen. Hasilnya, minyak mentah untuk Tiongkok dijual 2,30 dolar AS lebih murah per barelnya dibandingkan harga jenis minyak mentah utama asal Timur Tengah. Ini adalah harga terendah yang pernah ditawarkan oleh Arab Saudi dalam 14 tahun terakhir.

Langkah yang diambil Arab Saudi ini pun diikuti oleh negara-negara anggota OPEC lainnya. Iran dan Irak ikut serta dalam perlombaan penurunan harga minyak. Satu barel minyak jenis Basrah Light asal Irak di Asia akan dijual 4,1 dolar AS lebih murah dibandingkan di Timur Tengah.

"Harga pokok produksi minyak di Arab Saudi memang lebih rendah dibandingkan di Rusia. Scara teori, mereka dapat menawarkan potongan harga yang lebih besar," terang analis Investcafe Griogriy Birg. "Akan tetapi, pengiriman minyak asal Rusia masih tetap bernilai kompetitif. Rusia mempunyai infrastruktur yang memadai, yang dapat mengirimkan minyak mentah dalam jumlah lebih besar secara langsung ke Tiongkok dan juga mengirimkannya ke negara-negara di wilayah Asia Pasifik melalui jalur laut dengan jarak yang jauh lebih pendek," tambah sang pakar.

Ingin tahu lebih banyak mengenai ekonomi Rusia? Baca lebih lanjut. >>>

Artikel terkait

Hadapi Sanksi Barat, Peluang Kerja Sama Rusia-Indonesia Terbuka Lebar

Penurunan Terbesar Harga Minyak Ancam Anggaran Rusia

AS Cabut Larangan Ekspor Minyak

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.