Obligasi Rusia Diluncurkan di Pasar Asia

Dengan diberlakukannya sanksi dari Uni Eropa, Bank Sentral berencana menarik investor dari Asia dan Arab ke Obligasi Pinjaman Federal Rusia (OFZ) dan utang korporat dalam rubel. Foto: AP

Dengan diberlakukannya sanksi dari Uni Eropa, Bank Sentral berencana menarik investor dari Asia dan Arab ke Obligasi Pinjaman Federal Rusia (OFZ) dan utang korporat dalam rubel. Foto: AP

Uni Eropa mungkin akan melarang investor mereka membeli obligasi Rusia terbitan baru. Namun, para ahli memperkirakan Bank Sentral Russia OFZ (Obligasi Pinjaman Federal) dapat meraup sekitar sepuluh miliar dolar AS dari pasar Asia.

Dengan diberlakukannya sanksi dari Uni Eropa, Bank Sentral berencana menarik investor dari Asia dan Arab ke Obligasi Pinjaman Federal Rusia (OFZ) dan utang korporat dalam rubel. “Setelah kita kesulitan menilai pasar keuangan jangka panjang, kita akan mengubah prioritas dengan tujuan mendiversifikasi investor dalam efek utang Rusia,” ujar Direktur Departemen Stabilitas Keuangan Bank Sentral Sergey Moiseyev pada Vedomosti.  

Pasar Rusia saat ini sedang tertutup bagi bank-bank yang dimiliki negara, Gazprombank, perusahaan minyak besar Rosneft, dan perusahaan gas alam swasta terbesar Novatek. Pada gelombang sanksi berikutnya yang disiapkan oleh Uni Eropa, investor Eropa mungkin akan dilarang untuk membeli OFZ baru. Dalam keadaan seperti ini, Bank Sentral, menurut Moiseyev, ingin bekerja dengan pemain-pemain kunci untuk mempromosikan efek Rusia di pasar Asia.

Jenis Investor yang Diharapkan

Bank Sentral ingin mempromosikan efek utang di pusat-pusat kunci Asia seperti Singapura, Hongkong, Shanghai, dan Tokyo, tempat kumpulan-kumpulan likuiditas sovereign fund dan dana-dana yang berspesialisasi mengembangkan pasar terakumulasi. “Jika upaya ini sukses, maka pusat akumulasi terbesar kedua sumber daya sejenis adalah keuangan syariah, sovereign fund dari Arab, seperti Arab Saudi dan Qatar. Ini berarti akan ada perubahan dalam komposisi investor di Rusia,” kata Moiseyev.

Menurut data Bank Sentral, jumlah OFZ yang dimiliki warga asing hingga Juli 2014 ialah sebanyak 25,6 persen, atau setara 945 miliar rubel (kira-kira 25 miliar dolar AS). Lebih dari 40 persen warga asing memilih OFZ dengan jatuh tempo lima hingga tujuh tahun, sementara investor domestik besar seperti bank memiliki 70 persen obligasi jangka pendek dengan tengat jatuh tempo satu tahun.  

Menurut analis Investcafe Timur Nigmatulin, inisiatif Bank Sentral kemungkinan besar akan sukses. Efek utang Rusia, terutama yang jangka panjang, akan menarik bagi investor Asia. “Namun meski pada kenyataannya pasar Asia tidak terlalu bergantung pada tekanan AS, nilai obligasi Rusia mungkin akan lebih tinggi dibanding setengah tahun lalu,” kata Nigmatulin. Menurut Nigmatulin, dengan mempertimbangkan kebutuhan modal wilayah itu sendiri, volume investasi dari dana Asia tidak akan besar, yakni sekitar 10-20 miliar dolar.

Analis URALSIB Capital Dmitry Dudkin memperkirakan potensi investasi dari investor institusional Asia dalam OFZ dapat mencapai puluhan miliar dolar.

Sovereign fund Asia dan Arab memiliki cadangan yang luar biasa besar dan diversifikasi negara mereka menjadi hal penting di sini,” Kira Yukhtenko, analis dari perusahaan pialang berjangka FBS, mengamini. Beberapa tahun belakangan Tiongkok dan Jepang telah aktif berinvestasi di Eurozone. Namun, pengumuman pada awal September tentang pelunakan kebijakan Bank Sentral Eropa telah menurunkan nilai Eurobond. Sementara itu, hasil obligasi Rusia sekarang tinggi, dan ini adalah keuntungan kompetitif utama bagi efek Rusia,” jelas Yukhtenko.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.