Ukraina Ancam Putuskan Aliran Listrik ke Krimea

Pemutusan suplai energi listrik ini disebabkan oleh kekurangan energi listrik di Ukraina sendiri. Foto: Taras Litvinenko/RIA Novosti

Pemutusan suplai energi listrik ini disebabkan oleh kekurangan energi listrik di Ukraina sendiri. Foto: Taras Litvinenko/RIA Novosti

Perusahaan pemilik jaringan listrik di Krimea asal Ukraina Ukrenergo telah memperingatkan penduduk Krimea akan pemutusan berkala suplai energi listrik.

Para pengamat ahli di Rusia kembali mendengungkan pentingnya mempercepat pengadaan energi listrik mandiri bagi Semenanjung Krimea. Namun, hal tersebut tidak dapat dilakukan sebelum jembatan penghubung Krimea ke wilayah daratan Rusia selesai dibuat.

Perusahaan pemilik jaringan listrik di Krimea Ukrenergo telah memberikan peringatan pemutusan berkala suplai energi listrik ke Krimea pada Kamis (4/9) lalu. Layanan Hubungan Masyarakat Ukrenergo mengatakan, pemutusan suplai energi listrik ini disebabkan oleh kekurangan energi listrik di Ukraina sendiri. Hal tersebut terjadi akibat Rusia memutus suplai gas bagi Ukraina karena negara tersebut belum membayar utang pada perusahaan gas Rusia Gazprom. Sementara, eksplorasi tambang batu bara Ukraina saat ini dihentikan karena konflik bersenjata di wilayah Ukraina tenggara. Bila terjadi kekurangan suplai energi listrik di jaringan Ukraina, maka pemerintah Ukraina berjanji akan memutus suplai listrik ke Krimea selama enam jam per hari, yaitu dari jam 09.00-11.00 dan 19.00-23.00. Adapun pemutusan energi listrik tersebut akan diterapkan pada pemukiman tempat tinggal dan pusat bisnis di kota terbesar Krimea, Sevastopol. Pada Minggu (31/8) lalu, Ukraina sempat memutus aliran listrik ke Krimea pada malam hari. Pemutusan listrik tersebut dilakukan di kota-kota besar Krimea seperti Simferopol, Sevastopol, dan Kerch. Selang beberapa waktu, suplai energi listrik kembali berjalan normal.

Keputusan Besar

Pengamat ahli dari Finam Management Dmitry Barano memprediksi, jika Ukraina melakukan pemutusan aliran listrik untuk Krimea, mesin pembangkit listrik sementara akan dipergunakan untuk menjawab kebutuhan listrik di semenanjung tersebut seperti yang dilakukan pada akhir Agustus lalu. “Mungkin akan ada peningkatan daya yang dihasilkan oleh pembangkit listrik sementara yang dimiliki Krimea tersebut,” kata Barano.

Hingga saat ini, pemerintah Rusia sudah mengirim 15 unit pembangkit tenaga gas turbin sementara berdaya 22 megawatt ke semenanjung tersebut, enam di antaranya terletak di ibukota Krimea, Simferopol; lima unit ditaruh di kota Sevastopol; sedangkan empat unit  lain disebar jauh dari daerah kota, dekat gardu listrik di Krimea bagian barat. Analis utama UFS IC Ilya Balakirev menjelaskan secara keseluruhan pembangkit listrik sementara dari Rusia tersebut dapat menghasilkan 330 megawatt listrik saat beban maksimum. Sementara itu, kebutuhan harian listrik Krimea hingga saat ini berkisar antara 500-540 megawatt. Di musim dingin, kebutuhan itu akan meningkat hingga 850 megawatt. Itu berarti Krimea tetap tidak bisa mensuplai energi listrik yang mereka butuhkan sendiri.

Selain itu, harga energi listrik yang dihasilkan oleh generator sementara lebih tinggi dibanding dengan harga impor listrik dari Ukraina. Berdasarkan data resmi yang ada, harga listrik dari generator sementara mencapai lima rubel (0,14 dolar AS) per satu kWh, sedangkan harga listrik impor dari Ukraina berkisar 3,42 rubel (0.09 dolar AS) per satu kWh. Sebagai perbandingan, harga energi listrik tenaga matahari di wilayah tersebut adalah tiga rubel (0,08 dolar AS) per satu kWh. Rusia berencana memperkuat sistem penyediaan energi bagi Krimea dan menyatukan jaringan sistem tersebut ke daratan Rusia. Proyeksi dan pelaksanaan teknis pembuatan jaringan listrik baru sedang dibuat, namun investor untuk proyek ini masih belum ditentukan.

Pembuatan Komplek Pembangkit Listrik Tenaga Panas

Pada akhir April lalu Kementerian Energi Rusia menetapkan rencana pembuatan komplek pembangkit listrik tenaga tenaga panas yang menggunakan bahan bakar gas di Krimea dengan total daya tidak kurang dari 700 megawatt. Beberapa stasiun pembangkit listrik baru tersebut rencananya akan diletakan di dekat kota Simpferopol dan Sevastopol. Total investasi yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur pembangkit listrik baru di Krimea diperkirakan mencapai 71 miliar rubel (1,9 miliar dolar AS). Dengan rencana tersebut, pemerintah Rusia hendak membuat Krimea bebas dari ketergantungan listrik Ukraina menjelang 2017 nanti. “Kiev sudah lama mempertahankan ketergantungan energi Krimea pada Ukraina. Kami tidak bisa terus membiarkan kondisi tersebut,” ujar Perdana Menteri Krimea secara de facto Sergey Aksyonov pada ITAR-TASS.

Ilya Balakirev menyatakan ada beberapa cara penanggulangan ketergantungan energi Krimea dari Ukraina, namun sayangnya semua cara tersebut membutuhkan waktu, atau hanya dapat mengompensasi sebagian pasokan energi yang didapatkan dari Ukraina. Menurut Ilya, selama belum ada jaringan yang menghubungkan Krimea dengan Rusia, satu-satunya suplai energi langsung dari Ukraina tetap menjadi sumber energi listrik utama ke Krimea. Balakirev menilai Krimea akan terhubung dengan jaringan listrik Rusia ketika jembatan atau terowongan bawah tanah dari daratan Rusia sudah dibangun. Selain itu, saat ini di Krimea saat sedang direncanakan penambahan daya dengan pemberdayan gas bumi di lepas pantai Laut Hitam.

Artikel Terkait

Pembangunan Jembatan Rusia ke Krimea Tidak Pekerjakan Narapidana

Lavrov Beri Saran Jangan Utak-atik Krimea

Poroshenko: Krimea Akan Selalu Menjadi Milik Ukraina

Presiden Baru Ukraina Berharap Masyarakat Dunia Dukung Krimea

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.