Rusia Dominasi Pasokan Persenjataan Laut Dunia

Sekitar 400 kapal dan kapal selam buatan Rusia digunakan oleh angkatan bersenjata dari 27 negara di seluruh dunia. Foto: Press Photo

Sekitar 400 kapal dan kapal selam buatan Rusia digunakan oleh angkatan bersenjata dari 27 negara di seluruh dunia. Foto: Press Photo

Beberapa tahun terakhir, Moskow memimpin pasokan teknologi militer kelautan dunia dengan menguasai 27 persen pasar dunia. Sekitar 400 kapal dan kapal selam buatan Rusia digunakan oleh angkatan bersenjata dari 27 negara di seluruh dunia.

Angkatan Laut India berencana membeli enam kapal selam baru yang dilengkapi pembangkit listrik air-independent melalui Proyek 75I. Namun, program tersebut telah terlambat empat tahun dari jadwal. Seharusnya, kapal selam pertama telah mulai digunakan tahun ini. Menurut pakar dan purnawirawan Kapten Shyam Kumar Singh, keterlambatan ‘Poyek 75I dan keterlambatan pengiriman kapal selam Scorpen dari Italia membuat armada kapal selam AL India menurun hingga ke taraf yang nyaris kritis.

Singh menjelaskan hal tersebut yang mendorong dimulainya perbincangan langsung dengan Rusia. Kapten Singh menilai kalau pun tender diumumkan dalam waktu dekat, pengiriman pertama kapal selam yang dipesan butuh waktu lebih dari sepuluh tahun. Dengan kata lain, spesifikasi kapal selam itu telah ketinggalan zaman saat dikirim. Kapal tersebut akan dilengkapi dengan sistem persenjataan laut yang tak lagi efektif. India memutuskan berpaling ke Rusia sebagai satu-satunya negara yang dapat menyuplai kapal selam dengan cepat dan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan akan persenjataan mutakhir dalam konteks angkatan bersenjata mereka sendiri.

Modularitas

Beberapa tahun terakhir, Moskow memimpin pasokan teknologi militer kelautan dunia dengan menguasai 27 persen pasar dunia. Menurut Presiden Rusia Vladimir Putin, pangsa pasar teknologi kelautan dalam portofolio ekspor perusahaan Rusia Rosoboronexport mencapai 15 persen. Portofolio pesanan untuk pasokan persenjataan buatan Rusia mencapai 50 miliar dolar AS. Sekitar 400 kapal dan kapal selam buatan Rusia digunakan oleh angkatan bersenjata dari 27 negara di seluruh dunia.

Menurut Kepala Pusat Riset Politik TsentrAST Ruslan Pukhov, teknologi militer kelautan Rusia populer karena hargannya relatif rendah, tetapi menawarkan efektivitas tempur yang sangat tinggi. Selain itu, Rusia tengah menjalankan program skala besar untuk memodernisasi armadanya. Miliaran rubel telah diinvestasikan untuk memperbaharui produksi, agar kelak pabrik Rusia tidak hanya mampu meningkatkan laju peluncuran kapal militer, tetapi juga memperbaiki kualitas produknya secara signifikan. 

Tambahan Opsional

Kapal antikapal selam besar seperti desain 11356, 11541, Gepard 3.9 (Cheetah), Korvet 20382 Tigr (Harimau) yang lambung dan bagian atasnya dibuat menggunakan teknologi ‘siluman’, serta luncuran rudal kecil 12300 Skorpion (Kalajengking) dan 20970 Katran (Hiu Dogfish), merupakan contoh senjata laut tambahan opsional. Kapal-kapal tersebut memiliki hal berat, kelas, serta peran yang beragam dalam pertempuran, namun memiliki sistem persenjataan yang sejenis.

Sebagai contoh, peluru kendali jelajah antikapal mutakhir Rusia terpasang untuk berbagai macam kapal perang Rusia. Klub-S terpasang di kapal selam dan Klub-N untuk kapal permukaan. Ada juga Klub-M, versi rudal pantai yang memiliki fitur sama dan dapat disembunyikan dalam kontainer kapal sehari-hari. Hal itu membuat setiap kapal kargo kering dapat diubah menjadi kapal perang militer.

Sistem rudal Klub dirancang untuk menyerang kapal permukaan, kapal selam, dan aset pantai dengan tembakan intensif dan gangguan radio-elektronik. Salah satu senjata tersebut ialah rudal jelajah ZM-54E dengan hulu ledak supersonik yang dapat dilepas dan melaju dengan kecepatan 3,0 Mach di tahap akhir, serta mengatasi sistem pertahanan udara di hampir semua kapal permukaan. Contoh lain adalah sistem 91RE1 yang memiliki torpedo kendali otomatis dengan jangkauan 40-50 kilometer, yang dirancang untuk menyerang segala jenis kapal selam. Sementara, rudal jelajah ZM-14E didesain untuk menyerang sasaran darat dan mampu menghancurkan segala aset pantai yang ada di jangkauannya.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.